Pukauan Cahaya Biru di Grotta Azzurra
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tempat air bercahaya itu ialah lubang renang pribadi Kaisar Tiberius saat Kekaisaran Romawi.

Foto: commons.wikimedia.org
Gua laut Grotta Azzurra (Blue Grotto) memiliki panjang 60 meter dan lebar 25 meter. Terletak di Capri, Italia, air di dalam gua itu bercayaha layaknya pendar neon yang menghiasi kolam renang mewah modern.
Dahulu, penduduk lokal menyebutnya Gua Gradola dan mereka enggan masuk ke dalamnya lantaran menurut legenda dihuni penyihir dan monster. Kemungkinan penghindaran dilakukan oleh mereka yang kagum sekaligus tak mengerti bagaimana airnya bisa tetap bercahaya, sehingga mengiranya ditimbulkan oleh kekuatan mistis.
Terlepas dari mitos tersebut, cahaya pada air Grotta Azzurra sebetulnya masuk melalui dua sumber. Satu berasal dari pintu masuk setinggi satu meter dan diameter setengah meter; kedua dari lubang lebih besar yang berada tepat di bawah pintu masuk, yang menyebarkan pencahyaan lebih luas sampai ke ujung gua.
Melalui patung-patung antik dewa kuno yang ditemukan di dalam Grotta Azzurra, dipercaya bahwa gua itu telah dikenal sejak zaman Romawi. Kaisar Tiberius bahkan memindahkan ibu kota Kekaisaran Romawi ke Capri pada tahun 27 Masehi dan dia menjadikan Grotta Azzurra sebagai lubang renang pribadinya.
Popularitas Grotta Azzurra seketika merebak setelah penyair Polandia, August Kopisch, mendeskripsikan keindahannya dalam buku Entdeckung der blauen Grotte auf der Insel Capri pada 1838. Selain itu, Hans Christian Andersen juga menulis tentang Grotta Azzurra dalam novel The Improvisor (salah satu karya terlaris abad ke-19) yang kian memicu kedatang para turis ke Capri.
Sumber: www.nbcnews.com | capri.com

