Kumparan Logo

Anggaran Rp 6,6 Triliun, Pipa Gas Dumai-Sei Mangke Ditargetkan Rampung di 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Arifin Tasrif menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/5/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Arifin Tasrif menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/5/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan pemerintah menargetkan proyek pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei sepanjang 400 KM akan selesai pada tahun 2027.

Total anggaran yang akan dipakai untuk pembuatan pipa gas Dumai-Sei Mangke senilai Rp 6,6 triliun. Pipa tersebut menyalurkan potensi gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Agung dan Andaman di Aceh untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatera.

“Tahun ini kita sudah mulai, 2027 harus selesai Dumai-Sei Mangkei 400 km lagi," ujar Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (5/1).

Arifin menyebut penyelesaian proyek pipa gas Dumai-Sei Mangke tersebut merupakan upaya antisipasi kelebihan gas bumi, di mana terdapat potensi gas besar di Laut Andaman. Sehingga akan bisa dimanfaatkan untuk industri-industri yang membutuhkan gas bumi.

"Jadi nanti kalau ada gas itu, selain nanti untuk bikin pabrik pupuk dan juga petrochemical di Lhokseumawe (Aceh) dan area yang sekarang," tutur Arifin.

Arifin mengatakan apabila proyek pipa gas Dumai-Sei Mangke sudah selesai, maka jaringan pipa gas bumi akan tersambung dari Aceh hingga Jawa Timur, seiring penyelesaian ruas pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap I yang telah selesai pada tahun 2023 dan pipa gas bumi Cisem Tahap II yang dijadwalkan rampung tahun 2025.

Arifin mengungkapkan jika infrastruktur gas bumi sudah tersambung, maka masyarakat juga akan menerima manfaatnya. Sebab, pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di jalur pipa gas bumi untuk mengurangi ketergantungan LPG.

"Ini ke depannya yang kita bikin mudah, sehingga affordable buat masyarakat, dan harganya bisa kompetitif dan bisa lebih murah dibandingkan dengan LPG," jelas Arifin.

Diperkirakan ada penambahan penerima jaringan gas kota di Cisem sebanyak 300 ribu sambungan rumah tangga (SR) dan Dumai-Sei Mangke sebanyak 600 ribu SR.

Dari angka tersebut akan mengurangi subsidi LPG 3 kg senilai Rp 630 miliar per tahun, dan akan menghemat devisa impor LPG senilai Rp 1,08 triliun per tahun.