Kumparan Logo

Menteri ESDM Beberkan Alasan Volume BBM Subsidi 2025 Naik Jadi 19,99 Juta KL

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas SPBU mengisi BBM jenis solar subsidi di salahsatu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SPBU mengisi BBM jenis solar subsidi di salahsatu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan alasan kementeriannya mengusulkan volume BBM subsidi tahun 2025 sebesar 18,84 sampai 19,99 juta kilo liter, lebih besar dibanding outlook 2024 sebesar 18,39 juta kilo liter. Menurutnya hal itu mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025.

Adapun dalam asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2025, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,1 persen hingga 5,5 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY).

"Kenaikan cukup tinggi volume BBM subsidi dibanding outlook 2024 disebabkan perhitungan regresi non linier untuk konsumsi BBM terhadap perkiraan PDB 2025 dan metode eskalasi pertumbuhan ekonomi berdasarkan data penyaluran BBM, dengan asumsi pertumbuhan 5,2 persen," kata Arifin Tasrif saat Raker Komisi VII DPR RI, Rabu (19/6).

Petugas SPBU mengisi BBM jenis solar subsidi di salahsatu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Usulan BBM subsidi 2025 sebesar 18,84-19,99 juta kilo liter terdiri dari minyak tanah 0,51-0,55 juta kilo liter dan minyak solar 18,33-19,44 juta kilo liter.

Adapun alokasi volume BBM subsidi dalam APBN 2024 sebesar 19,58 juta kilo liter, terdiri dari minyak tanah 0,58 juta kilo liter dan minyak solar 19 juta kilo liter, dengan realisasi sampai Mei 2024 lalu sebesar 0,21 juta kilo liter minyak tanah dan 6,95 juta kilo liter minyak solar.

"Arah kebijakan subsidi BBM adalah dengan pemberian subsidi tetap minyak solar dan subsidi selisih harga minyak tanah serta melanjutkan raoadmap registrasi konsumen pengguna BBM," kata Arifin.

instagram embed