Minyak Mentah Ambles, Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga Pertalite

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku belum mau menyesuaikan kembali harga BBM subsidi Pertalite di tengah amblesnya harga minyak mentah yang sudah menembus USD 60 per barel.
Harga minyak mentah turun pada Kamis (7/12) ke posisi terendah dalam enam bulan. Hal itu karena investor khawatir lesunya permintaan energi di AS dan China, sementara produksi dari AS masih mendekati rekor tertinggi.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 0,33 persen menjadi USD 74,05 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4 sen menjadi USD 69,34 per barel.
"Siapa bilang (akan turun lagi jadi Rp 7 ribu per liter). Kalau harga minyak di bawah USD 60, baru kayak dulu," kata Arifin saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/12).
Pemerintah terakhir kali menyesuaikan harga BBM subsidi pada 3 September 2022. Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, dan Solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.800 per liter.
Pada saat kenaikan harga BBM subsidi, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Agustus 2022 yaitu USD 94,17 per barel. Hingga kini, belum ada lagi penyesuaian harga BBM subsidi.
Arifin menyebutkan, saat ini harga Pertalite masih lebih murah dari harga keekonomian di pasaran. "Nanti detailnya tanya ini, yang jelas kalau (harga minyak mentah) di bawah USD 60, baru (harga Pertalite diturunkan)," tutur Arifin.
