Kumparan Logo

Pertamax Naik, Kementerian ESDM Prediksi Ada Konsumen Pindah ke Pertalite

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pertamax Green 95 (nozzle ungu). Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pertamax Green 95 (nozzle ungu). Foto: Pertamina

Kementerian ESDM mengakui akan ada peralihan konsumen BBM nonsubsidi Pertamax ke BBM subsidi Pertalite. Mengingat, Pertamina baru saja menaikkan harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 2023.

Harga Pertamax di DKI Jakarta naik dari Rp 13.300 per liter menjadi Rp 14.000 per liter. Kemudian, harga Pertamax Turbo (RON 98) juga naik dari Rp 15.900 menjadi Rp 16.600 per liter.

Selanjutnya, harga Pertamax Green 95 yang baru didistribusikan di DKI Jakarta dan Jawa Timur juga terpantau naik dari harga Rp 13.500 menjadi Rp 16.000 per liter.

"Kalau kemungkinan sih pasti ada, tapi jumlahnya saya kira tidak banyak. Tapi kemungkinan sih pasti ada," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (2/10).

Tutuka mengungkapkan ada kemungkinan harga Pertamax naik imbas tingginya harga minyak mentah dunia. Namun, mengutip Reuters harga minyak mentah turun pada Jumat (29/9) karena kekhawatiran makroekonomi dan aksi ambil untung, namun naik sekitar 30 persen pada kuartal III karena pengurangan produksi OPEC+ menekan pasokan minyak mentah global.

Minyak Brent berjangka turun 7 sen menjadi USD 95,31 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 92 sen menjadi USD 90,97 per barel.

Meski begitu, Tutuka memastikan harga Pertalite tidak akan naik. "Enggak ada," tegasnya.

Peluncuran BBM RON 95 E5 (Bioethanol) Pertamax Green 95 di SPBU MT Haryono, Senin (24/7/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan penyesuaian berkala dan penetapan harga BBM nonsubsidi mengacu pada regulasi Pemerintah yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis BBM dan Minyak Solar.

Irto menuturkan, BBM jenis gasoil Dexlite (CN 51) mengalami penyesuaian naik harga menjadi Rp 17.200 dan Pertamina Dex (CN 53) disesuaikan menjadi Rp 17.900.

"Untuk harga BBM jenis gasoline mengalami penyesuaian naik harga, Rp 16.600 untuk Pertamax Turbo (RON 98), Rp 16.000 untuk Pertamax Green E5 (RON 95) dan Rp 14.000 untuk Pertamax (RON 92)," ujarnya kepada kumparan, Minggu (1/10).

Irto menuturkan, penyesuaian harga BBM Pertamina mengacu pada rata-rata MOPS (Means of Platts Singapore) pada periode 25 Agustus 2023 hingga 24 September 2023.

Selain itu, harga BBM baru ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

Irto mengungkapkan, perubahan harga BBM Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya tren harga publikasi MOPS/Argus dan kurs, agar tetap dapat menjamin keberlangsungan penyediaan dan penyaluran BBM hingga ke seluruh pelosok Tanah Air.

"Harga produk Pertamina masih termasuk kompetitif dibandingkan perusahaan lain untuk produk dengan kualitas setara dan harga tersebut telah memenuhi ketentuan batas atas pada periode Oktober 2023 yang ditetapkan untuk setiap jenis BBM," jelas Irto.

Sementara itu, Irto memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi, yaitu Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Biosolar.

"Untuk BBM Penugasan (JBKP) Pertalite harga tetap Rp 10.000 per liter dan BBM Subsidi (JBT) Solar tetap Rp 6.800 per liter sesuai yang ditetapkan pemerintah," lanjutnya.

embed from external kumparan