Ramai BBM Campur Air, Pertamina Pastikan Tak Ada Lagi SPBU Curang

Sempat viral di sosial media BBM dari sebuah SPBU Pertamina di dekat Stasiun Bekasi tercampur air dan menyebabkan banyak kendaraan yang telah mengisi tidak bisa hidup.
Atas kejadian itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan di SPBU-SPBU Pertamina agar praktik serupa tidak terulang.
"Jadi kalau kemarin ada oknum, kami pastikan sekarang di semua SPBU menyalurkan tepat kualitas dan tepat kuantitas. Jadi masyarakat enggak perlu khawatir," kata Irto saat ditemui di di SPBU Pertamina 31.128.02. M.T Haryono, Jakarta Selatan, Senin (1/4).
Buntut dari kejadian itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memberikan tindakan tegas bagi awak mobil tangki yang terlibat pencampuran BBM dengan air tersebut. Pertamina telah memblokir Awak Mobil Tangki (AMT) tersebut, sehingga tidak bisa lagi membawa mobil tangki dan selanjutnya dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada penyalur yang melakukan penyelewengan, dan kami tidak sungkan menyampaikan bila ada tindak pidana yang dilakukan oleh lembaga penyalur kami," kata Irto.
Dalam kasus tersebut, Polres Metro Bekasi Kota telah berhasil mengamankan 5 orang pelaku beserta barang bukti berupa selang air dan selang lison yang digunakan para pelaku untuk melakukan tindak pidana penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Modus yang dilakukan pelaku adalah menggunakan selang air untuk mengisi air ke dalam mobil tangki BBM dan selang lison digunakan untuk memindahkan BBM dari mobil tangki ke tangki SPBU. Hal itu membuat sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok.
Irto menegaskan para pengendara yang kendaraannya mogok akibat BBM campur air tersebut telah mendapatkan ganti rugi. Dia mengatakan SPBU bertanggung jawab penuh atas ganti rugi. "Itu sudah ada di teman-teman SPBU, angkanya saya belum tahu pasti," pungkasnya.
