Kumparan Logo

Ramai Subsidi BBM Dipangkas Demi Makan Siang Gratis, Ini Jawaban Istana

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian, Edy Priyono. Foto: Kantor Staf Presiden RI
zoom-in-whitePerbesar
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian, Edy Priyono. Foto: Kantor Staf Presiden RI

Istana Kepresidenan buka suara mengenai kabar subsidi energi dipangkas demi makan siang gratis. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian, Edy Priyono, mengatakan rencana tersebut muncul dari kubu Prabowo-Gibran. Tapi dia enggan mengomentari lebih lanjut.

Edy hanya menjelaskan selama ini memang ada kritik kepada pemerintah soal subsidi energi tak tepat sasaran karena banyak dinikmati kelas menengah atas. Mulai dari subsidi BBM hingga LPG 3 kg.

"Subsidi ini banyak dikritik karena banyak orang kaya yang nikmati juga. Yang tinggal di apartemen bagus-bagus itu, belinya kan 3 kg. Kan itu cuma tulisan kan gas LPG diberikan kepada keluarga miskin," kata dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/2).

Melihat hal itu, kata dia, membuat paslon 02 yang punya program makan siang gratis mengkaji pemangkasan anggaran subsidi energi yang tak tepat sasaran.

Capres 02 Prabowo Subianto didampingi cawapres Gibran Rakabuming Raka pada pidato kemenangan Pemilihan Presiden 2024 versi quick count di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS

Menurut dia, selama ini pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar penyaluran subsidi energi agak tepat sasaran. Mulai dari pendataan pengguna Pertalite dan LPG 3 kg yang harus dibeli dengan KTP.

"Nanti suatu saat akan dibatasi dan artinya kelompok termiskin, intinya enggak semua orang. Poin saya adalah sudah ada langkah agar subsidi energi tepat sasaran, supaya anggaran tepat sasaran, berarti dikurangi. Itu terlepas dari yang direncanakan Pak Prabowo dan timnya, ya," ujar dia.

Jadi, menurut dia, subsidi energi diperketat bukan hal baru. Sebab di sektor kelistrikan, sudah dilakukan PLN dengan mendata pengguna 450 VA, 900 VA, dan 900 VA RTM.

instagram embed