Cak Imin Blusukan ke Kampung Nelayan Kali Adem, Janjikan BBM Gratis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar blusukan ke Kampung Nelayan, Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (2/1/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar blusukan ke Kampung Nelayan, Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (2/1/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Cawapres nomor urut 01, Muhaimin Iskandar, blusukan ke Kampung Nelayan, Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (2/1). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti tiga hal, yakni regulasi alat tangkap ikan, BBM, dan pendangkalan air pantai.

"Yang pertama, nelayan ini harus bersaing dengan kapal-kapal yang menggunakan alat-alat tangkap seperti pukat harimau, alat-alat tangkap yang berskala besar, tetapi oleh aparat dibiarkan padahal itu melanggar," ujar Cak Imin usai blusukan di Kampung Nelayan, Kali Adem, Jakarta Utara.

Menurutnya, perlu ada keberpihakan bagi nelayan kecil untuk mendapatkan ikan. Kemudian, wilayah tangkapnya diperhatikan agar tidak dirusak oleh alat tangkap berskala besar.

Masalah lainnya yang disorot Cak Imin berkaitan dengan BBM. Stok yang terbatas membuat pembelian harga BBM khususnya solar menjadi lebih mahal.

"Yang kedua, klasik yaitu BBM. Solar ini agak sulit mendapatkan sekaligus, kalau beli di POM penyediaan itu minimal 100 liter," tuturnya.

"Padahal kemampuan belinya terbatas sehingga harus mendapatkan solar dengan harga yang mahal, bisa naik 30 persen," sambungnya.

Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar blusukan ke Kampung Nelayan, Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (2/1/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Cak Imin berjanji kepada nelayan yang miskin akan mendapatkan subsidi BBM gratis. Subsidi ini diberikan berdasarkan data kemiskinan.

"Jadi kita akan beri gratis untuk nelayan yang kapasitas miskin. Ini aksesnya tentu tidak lagi menggunakan subsidi melalui BBM, tetapi subsidinya melalui data-data kemiskinan," ungkapnya.

"Data-data kemiskinan akan mendapatkan akses (subsidi) BBM," tambahnya.

Lalu yang ketiga adalah masalah pendangkalan air pantai. Masalah ini membuat nelayan kesulitan menepi sehingga perlu penggalian lebih dalam di bibir sungai dan pantai.

"Yang ketiga, ini Kampung Nelayan layak kita perhatikan pendangkalan air pantai yang menyulitkan nelayan untuk menepi. Dan yang membuat perlu penggalian lebih dalam bibir sungai dan pantai," terang Cak Imin.