Dampak Listrik Padam di Lampung: Air dan Sinyal Mati, Warga Buru BBM demi Genset

Lampung Geh, Bandar Lampung - Sempat hidup, listrik di wilayah Kota Bandar Lampung kembali padam. Bahkan hingga Rabu sore (5/6/2024), listrik tak kunjung menyala.
Salah satu warga di Teluk Betung Barat, Razi, mengeluhkan padamnya listrik selama 18 jam terakhir membuat air PDAM di perumahannya tak bisa mengalir.
“Air PDAM mati dari kemarin malem, mau mandi, buang air besar jadi susah soalnya di teluk ini juga udah susah air sebelumnya,” ungkapnya kepada Lampung Geh.
Tak hanya air PDAM yang mati, sinyal internet di wilayahnya juga langsung juga langsung hilang. Bahkan dirinya harus pergi ke pusat kota hanya untuk mendapatkan sinyal internet.
“Di wilayah Teluk Betung Barat sinyal dari provider 3 dan Indosat langsung ilang sejak listrik padam kemarin malem sampai sekarang juga belum ada. Jadi harus ke pusat kota baru ada sinyal,” ungkapnya.
Kondisi ini juga membuat warga memburu BBM di SPBU buat hidupkan generator. Pantauan langsung Lampung Geh terdapat antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung. Bahkan BBM jenis Pertalite dan Solar banyak yang tak tersedia. Salah satunya terjadi di SPBU Labuhan Ratu.
Dari sekian banyak pengendara yang mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraannya, terpantau juga beberapa pengendara ada yang sambil membawa jerigen plastik untuk menghidupkan generator.
“Buat genset (generator listrik) mas, belum idup dari kemaren,” ungkap salah satu warga di Teluk Betung Barat yang tak ingin disebutkan namanya.
Sementara itu beberapa warga di Bandar Lampung lainnya berbondong-bondong memperbaiki generator seterum (Genset) yang mereka miliki.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu bengkel di Bandar Lampung tepatnya berada di Jalan Mayor Sukardi Hamdani, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa.
Berdasarkan pantauan Lampung Geh di lokasi, sejumlah warga berangsur-angsur datang dan mengantri dengan membawa gensetnya untuk diperbaiki.
Dion, pemilik bengkel mengungkapkan bahwa semenjak adanya pemadaman listrik. Para warga setempat berbondong-bondong membawa gensetnya untuk diperbaiki di bengkelnya.
"Hari ini udah gak kehitung berapa genset yang udah saya benerin bang, kalo 5 mungkin lebih. Ini aja masih ada 2 genset lagi yang lagi dibenerin," bebernya.
Sementara itu Dede warga setempat sebagai pemakai jasa mengeluhkan peristiwa tersebut. Pasalnya, kelancaran air dirumahnya terhambat sebab pemadaman listrik.
"Saya udah nunggu dari jam 2 siang, Ini kan listrik udah berapa jam nih mati, kemarin hidup cuman 2 jam terus listrik mati lagi sedangkan air dirumah udah kering. Kebetulan genset dirumah ini udah 5 tahun gak kepake dan hari ini dibenerin," paparnya.
Diketahui pemadaman listrik di wilayah Bandar Lampung terjadi selama 18 jam, sebelumnya listrik sempat kembali hidup sekitar pukul 5 sore pada Selasa (4/6). Pemadaman listrik terjadi akibat dari gangguan pada Transmisi SUTT 275 kV di Lubuk Linggau Lahat, Sumatra Selatan. Listrik sempat hidup pada Rabu sore, namun kembali mati pada Rabu malam.
