Antrean Panjang BBM, DPRD Sulut Sebut Pertamina Tak Jujur Soal Kelangkaan

MANADO - Antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan juga Solar bersubsidi masih terjadi di seluruh SPBU yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).
Hal ini mengakibatkan kemacetan di lokasi-lokasi SPBU karena antrean memakan badan jalan. Tak hanya itu, beberapa sopir angkutan kota maupun angkutan barang mengeluhkan banyaknya waktu yang terbuang hanya untuk terjebak di antrean pengisian BBM tersebut.
DPRD Provinsi Sulut lantas menyoroti hal tersebut. Mereka menilai jika pihak Pertamina terkesan diam dan tak jujur soal kelangkaan pasokan BBM yang terjadi di Sulut sehingga mengakibatkan terjadinya antrean panjang.
Ketua Komisi II, Sandra Rondonuwu, mengatakan jika pihak Pertamina selama ini kurang terbuka terkait dengan fenomena antrean BBM tersebut.
Jawaban yang selalu diberikan oleh Pertamina jika terjadi kelangkaan hanya berputar pada Panic Buying dari masyarakat atau karena ada kendala teknis pengiriman. Padahal menurut Sandra, hal itu bukanlah alasan yang tepat karena kelangkaan terjadi hingga berminggu-minggu.
"Seharusnya jika mereka terbuka, kita cari sama-sama solusinya," ujar Sandra.
Lebih lanjut, Sandra mengaku akan melakukan audience dengan kepolisian terkait dengan kasus-kasus penimbunan BBM yang terjadi dan telah ditangani. Menurut Sandra, akan ditanyakan berapa banyak volume BBM dalam kasus-kasus yang ditemukan, apakah bisa membuat terjadi kelangkaan.
"Kami ingin permasalahan ini terungkap ke publik. Ini penting karena kondisi sekarang sudah cukup mengkhawatirkan itu antrean," kata Sandra kembali.
manadobacirita
