Konten dari Pengguna

Hemat Tanpa Drama: Transportasi Umum Jadi Primadona Mahasiswa

Fifi Kurnia Maulinda
Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
12 Juni 2025 15:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hemat Tanpa Drama: Transportasi Umum Jadi Primadona Mahasiswa
Tulisan ini berisi tentang gaya hidup hemat mahasiswa dengan cara naik transportasi umum.
Fifi Kurnia Maulinda
Tulisan dari Fifi Kurnia Maulinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bus Transjakarta Metrotrans rute S22 tujuan Ciputat–CSW melaju di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. (sumber: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Bus Transjakarta Metrotrans rute S22 tujuan Ciputat–CSW melaju di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. (sumber: pribadi)
ADVERTISEMENT
Bagi mahasiswa, urusan transportasi bukan cuma soal berpindah tempat. Ini soal bertahan hidup di tengah tuntutan kuliah, jadwal padat, dan dompet yang sering kali menipis sebelum akhir bulan. Di tengah tekanan ekonomi, transportasi umum pun muncul sebagai penyelamat yang tak terduga.
ADVERTISEMENT
Semakin banyak mahasiswa yang memilih naik transportasi umum, seperti bus kota TransJakarta, kereta komuter, atau angkot modern daripada membawa kendaraan pribadi atau mengandalkan ojek online. Alasannya sederhana, yaitu lebih hemat dan semakin praktis.
Ongkos Terjangkau, Rute Semakin Luas
Transportasi publik kini menawarkan tarif yang jauh lebih bersahabat bagi kantong mahasiswa. Misalnya, hanya dengan Rp3.500, sudah bisa menempuh perjalanan pulang-pergi menggunakan bus kota seperti TransJakarta. Dibandingkan dengan biaya ojek online yang bisa menghabiskan belasan ribu rupiah sekali jalan, selisihnya cukup untuk makan siang hemat di kantin kampus.
Bukan hanya murah, jaringan rutenya pun semakin luas dan terintegrasi. Kampus-kampus besar, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini semakin mudah diakses melalui halte, stasiun, atau titik transit terdekat.
ADVERTISEMENT
Lebih Teratur dan Ramah Lingkungan
Transportasi umum juga dinilai lebih teratur. Dengan jadwal keberangkatan yang pasti dan di beberapa tempat terdapat jalur khusus, perjalanan menjadi lebih mudah diprediksi. Ini membantu mahasiswa mengatur waktu dan menghindari keterlambatan.
Selain itu, penggunaan transportasi umum dianggap sebagai bentuk kontribusi kecil terhadap upaya menjaga lingkungan. Mengurangi kendaraan pribadi berarti mengurangi polusi udara dan kemacetan. Banyak mahasiswa kini mulai menyadari bahwa gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai dari cara bepergian menggunakan transportasi umum.
Fasilitas yang Nyaman dan Aman
Tak sedikit mahasiswa yang memanfaatkan waktu di perjalanan untuk beristirahat sejenak, membaca materi kuliah, atau bahkan menyelesaikan tugas. Fasilitas tempat duduk dengan bangku yang empuk, terutama di bus dan kereta modern, menjadi nilai tambah tersendiri. Kebersihan kendaraan juga menjadi perhatian penting sehingga mahasiswa menjadi lebih nyaman. Selain itu, sistem keamanan yang baik, seperti adanya CCTV, petugas keamanan yang siap siaga, serta prosedur keselamatan yang ketat membuat mahasiswa merasa lebih aman selama perjalanan.
Suasana interior bus Transjakarta Metrotrans tampak modern, bersih, dan tertata rapi. (sumber: pribadi)
Tantangan Masih Ada, tetapi Optimisme Tumbuh
ADVERTISEMENT
Meski begitu, transportasi umum bukan tanpa kendala. Masih ada keluhan soal keterlambatan, antrean panjang di jam sibuk, atau fasilitas yang belum sepenuhnya memadai di beberapa daerah.
Akan tetapi, dengan perbaikan yang terus dilakukan pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, transportasi umum tetap menjadi pilihan logis dan realistis. Tak hanya soal irit, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.
Penutup
Pada akhirnya, pilihan menggunakan transportasi umum bukan hanya tentang penghematan biaya, tetapi juga cerminan sikap adaptif dan bijak dalam menghadapi realitas. Di tengah hiruk-pikuk dunia kampus dan tekanan hidup mahasiswa, langkah kecil seperti naik bus atau kereta bisa menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap keberlanjutan dan efisiensi.
Dengan fasilitas yang terus berkembang dan kesadaran yang kian tumbuh, transportasi umum tak lagi dipandang sebelah mata. Justru, di tangan mahasiswa sebagai generasi yang kritis dan peduli masa depan, transportasi publik menjadi simbol gaya hidup cerdas, hemat, dan peduli lingkungan.
ADVERTISEMENT