Pancasila Sebagai Pedoman Karakter Anak Bangsa

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Konten dari Pengguna
28 November 2022 14:52
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Siti Nur Hidayah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi nenek dan kakek sedih (sumber: shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nenek dan kakek sedih (sumber: shutterstock)
ADVERTISEMENT
Sebuah video viral menunjukkan seorang nenek yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditendang oleh pelajar di Tapanuli Selatan pada Sabtu (19/11/2022). Pada video viral tersebut memperlihatkan 6 (enam) pelajar yang masih memakai seragam sekolah berhenti di pinggir jalan dan menghampiri seorang nenek yang sedang berdiri sendirian. Kemudian, para pelajar ini terlihat berbincang sebentar dengan nenek tersebut. Selanjutnya, seorang pelajar turun dan menendang korban sampai jatuh tersungkur.
ADVERTISEMENT
Seharusnya orang yang lebih muda menghormati orang yang lebih tua. Namun, video tersebut memperlihatkan perilaku yang kurang baik.
Kasus ini menunjukan bahwa karakter anak bangsa masih belum sesuai dengan pancasila dan perlu dibenahi. Peranan keluarga, masyarakat, dan sekolah sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur dari pancasila. Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya penguatan karakter generasi muda.
Pentingnya Pendidikan Karakter
Menurut Omeri (2015), pendidikan karakter adalah penanaman nilai-nilai karakter yang meliputi pengetahuan, kesadaran, dan tindakan agar nilai-nilai tersebut diterapkan terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga, sesama, maupun lingkungan.
Pendidikan karakter merupakan salah satu program prioritas untuk membentuk watak dan mengembangkan potensi dari generasi muda yang merupakan masa depan bangsa Indonesia. Program ini bertujuan agar generasi muda memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila.
ADVERTISEMENT
Pancasila Sebagai Pedoman Karakter
Kasus nenek yang ditendang pelajar tidak sesuai dengan sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Pada sila ini mengajarkan untuk menghormati harkat dan martabat manusia secara adil. Selain itu, penerapan sila kedua membuat manusia tidak berperilaku semena-mena terhadap orang lain.
Sejatinya pancasila merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu fungsi dari pancasila adalah sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sudah sepantasnya rakyat Indonesia mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Apabila pancasila diterapkan maka akan menciptakan kehidupan yang tentram, damai, dan rukun. Selain itu, penerapan pancasila akan menekan terjadinya kriminalitas dan kejahatan.
ADVERTISEMENT
Contoh penerapan nilai-nilai pancasila:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Penerapan sila pertama dapat dilakukan dengan memeluk salah satu agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selain itu, harus menghormati pemeluk agama lain dan tidak memaksakan agama kepada orang lain.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Pada sila kedua mengajarkan untuk memperlakukan manusia sederajat serta mengakui persamaan hak dan kewajiban. Menyayangi sesama manusia dan bersikap tenggang rasa juga merupakan penerapan sila kedua.
3. Persatuan Indonesia
Indonesia memiliki keragaman ras, suku, dan budaya maka diperlukan persatuan dan kesatuan untuk keberlangsungan bangsa Indonesia. Selain itu, rela berkorban demi bangsa dan negara merupakan bentuk penerapan sila ketiga.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
ADVERTISEMENT
Nilai yang dapat diterapkan dari sila keempat, yaitu mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan dan menerima serta melaksanakan hasil keputusan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Salah satu penerapan sila kelima adalah dengan bersikap adil tanpa membeda-bedakan karena semua orang memiliki hak masing-masing. Selain itu, memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan kewajiban dan hak merupakan penerapan sila kelima.
Referensi
Omeri, N. 2015. Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. Manajer Pendidikan. Volume 9(3).
Siti Nur Hidayah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020