Transformasi Digital Buku Penghubung Orang Tua dan Guru pada Jenjang PAUD dan TK

Sedang menempuh pendidikan S1 program studi Teknik Komputer Universitas Pendidikan Indonesia.
Konten dari Pengguna
20 Juli 2022 19:02
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Johan Kristianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Segenap civitas academica UPI Cibiru dan segenap guru Sekolah Alam Gaharu dalam pelatihan Buku Penghubung Digital. Foto: dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Segenap civitas academica UPI Cibiru dan segenap guru Sekolah Alam Gaharu dalam pelatihan Buku Penghubung Digital. Foto: dokumen pribadi.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan terwujudnya pembelajaran yang baik seorang siswa membutuhkan peran dan interaksi yang baik antara guru/pengajar di sekolah dan orang tua/wali siswa di rumah (Hidayat, 2013). Komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru dibutuhkan dalam rangka menyelaraskan persepsi kedua belah pihak tentang hal yang dibutuhkan dalam pendidikan anak (Pusitaningtyas, 2016). Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (BAN PAUD Kemendikbud RI) menyarankan penggunaan Buku Penghubung sebagai media komunikasi tidak langsung yang dibuat dalam rangka menyampaikan atau memberitahukan hal-hal penting yang menyangkut perkembangan anak di sekolah dan di rumah (BAN PAUD Kemendikbud RI).
ADVERTISEMENT
Contoh Buku Penghubung berbasis kertas yang digunakan oleh Sekolah Alam Gaharu. Foto: dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Buku Penghubung berbasis kertas yang digunakan oleh Sekolah Alam Gaharu. Foto: dokumen pribadi.
Umumnya, guru akan menuliskan laporannya terlebih dulu dalam buku penghubung, lalu orang tua akan memberikan komentar (feedback) atas laporan tersebut. Biasanya Buku Penghubung akan dibawa pulang oleh siswa pada waktu tertentu (setiap hari/minggu/bulan), kemudian dibawa kembali ke sekolah setelah dibaca dan dituliskan komentar orang tua. Namun, penggunaan Buku Penghubung berbasis kertas ini dirasa masih menemui beberapa permasalahan, diantaranya:
  1. Kurang praktis
  2. Rentan hilang/rusak sehingga jika tidak sengaja terkena air (misal, basah kehujanan), maka buku mudah sobek.
  3. Kurang privasi sehingga isi laporan yang sensitif dapat dibaca oleh selain orang tua
  4. Tidak bisa membagikan foto/video secara langsung
Tanggap permasalahan yang dihadapi oleh buku penghubung berbasis kertas, UPI Cibiru mengambil peran dengan menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penerapan aplikasi Kidsnote (buku penghubung berbasis digital) di Sekolah Alam Gaharu. Diyakini, dengan transformasi buku penghubung dari yang semula berbasis kertas menjadi bentuk aplikasi (digital) ini dapat meningkatkan efektivitas monitoring dan pelaporan kegiatan para siswa selama di sekolah. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan untuk dua target audiences, yang pertama untuk pihak sekolah (guru dan pengelola sekolah) dan yang kedua untuk pihak orang tua/wali siswa. Pelatihan pertama untuk pihak sekolah telah digulirkan pada Jum’at, 15 Juli 2022 secara luring dengan dihadiri oleh 12 guru dan pengelola program PAUD dan TK Sekolah Alam Gaharu. Sedangkan pelatihan untuk orang tua akan dilaksanakan pada bulan berikutnya.
ADVERTISEMENT
Pemaparan materi utama pelatihan. Foto: Dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan materi utama pelatihan. Foto: Dokumen pribadi.
Ketua pelaksana kegiatan, Ana Rahma Yuniarti, menuturkan, “Kegiatan ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Prodi Teknik Komputer dan Pendidikan Guru PAUD UPI Cibiru dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat”. Beliau juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang dalam mewujudkan transformasi digital dalam sektor pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selanjutnya, Menurut Ketua Prodi Teknik Komputer, Deden Pradeka, dengan pemanfaatan Teknologi Ilmu Komputer (TIK) untuk satu pelayanan administrasi sekolah, akan meningkatkan daya saing Sekolah Alam Gaharu sebagai sekolah Alam yang terbukti mampu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. “Meskipun Sekolah Alam Gaharu ini bertemakan alam pada sebagian besar kegiatan pembelajarannya, namun tidak berarti ignorance terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat ini,” tegasnya. Sejalan dengan pernyataan dari Deden, Humaira yang akrab disapa dengan Ibu Mira, selaku Manajer Program Raudhatul Athfal (setara TK) pada SAG juga mempertegas, bahwa SAG sangat terbuka dan menyambut baik gagasan transformasi buku penghubung menjadi bentuk digital yang diusung oleh UPI. “Saya sangat bersyukur ketika mendengar gagasan yang diutarakan oleh Ibu Ana mengenai pelatihan ini karena memang itulah yang kami butuhkan saat ini di sekolah kami,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Segenap guru fasilitator dan pengelola Sekolah Alam Gaharu sedang menyimak materi pelatihan. Foto: dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Segenap guru fasilitator dan pengelola Sekolah Alam Gaharu sedang menyimak materi pelatihan. Foto: dokumen pribadi.
Pelatihan tersebut mendapat respons yang baik dari para peserta. Banyak yang berharap aplikasi yang dikenalkan ini dapat benar-benar diimplementasikan di Sekolah Alam Gaharu dan membantu meningkatkan efektivitas monitoring dan pelaporan perkembangan siswa selama di sekolah, meningkatkan level kepuasan orang tua terhadap sekolah begitu juga daya saing sekolah terhadap sekolah lain. Selain itu, banyak juga dari peserta yang berharap aplikasi buku penghubung digital ini dapat menjadi standar monitoring dan pelaporan di sekolah-sekolah jenjang PAUD dan TK di Indonesia.
#transformasi #transformasi digital #pendidikan #pendidikan anak usia dini #buku penghubung
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020