Kasus Omicron Melonjak, Minat Belanja Online Makin Meningkat

Mahasiswa PKN STAN dan ASN Kementerian Keuangan
Konten dari Pengguna
1 Februari 2022 18:21
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Shofia Rossya Millah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi berbelanja secara online                                                                                             Foto: Shofia Rossya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berbelanja secara online Foto: Shofia Rossya
ADVERTISEMENT
Munculnya virus Omicron membawa dampak bagi perekonomian Indonesia. Kasus pertama Omicron di Indonesia diduga berasal dari warga negara Indonesia yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021. World Health Organization (WHO) menyebutkan, Omicron merupakan salah satu varian Covid-19 dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat dengan daya tular lima kali lipat dari varian Delta. Kejadian tersebut tentu membawa rasa cemas dan ketakutan bagi masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. Sejalan dengan instruksi tersebut, sebagian masyarakat Indonesia telah memilih alternatif untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbelanja secara daring. Budaya belanja secara online kini makin berkembang pesat semenjak pandemi Covid-19.
Meningkatnya minat berbelanja secara online membuat perusahaan yang menyediakan platform belanja daring saling bersaing. Mereka berlomba-lomba untuk menarik minat para pembeli dengan berbagai cara, misalnya dengan memberikan potongan harga yang menggiurkan bagi konsumen. Adanya promo gratis biaya kirim atau yang lebih dikenal dengan istilah “ongkir” juga tak kalah menarik perhatian. Berbagai potongan harga serta penawaran tersebutmembantu masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tentu saja dapat mengurangi risiko terpapar virus Covid-19.
ADVERTISEMENT
Adanya promo “1.1” yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2021 memberikan gambaran kepada kita semua betapa banyaknya masyarakat Indonesia yang telah memilih mekanisme berbelanja secara online sebagai alternatif. Cara belanja yang mudah, aman, dan harga yang murah berhasil membuat sebagian masyarakat Indonesia 'jatuh hati' pada alternatif ini. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia dan menjadi pendorong roda perekonomian Indonesia.