Konten dari Pengguna

Keluarga, Ruang Pertama untuk Menanamkan Pancasila

Raden Roro Wening Nastiti Nugroho
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta
24 November 2025 11:47 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Keluarga, Ruang Pertama untuk Menanamkan Pancasila
Keluarga menjadi ruang pertama menanamkan nilai Pancasila. Melalui rasa syukur, empati, kerukunan, musyawarah, dan keadilan, anak dibentuk menjadi pribadi berketuhanan dan berpersatuan demi bangsa.
Raden Roro Wening Nastiti Nugroho
Tulisan dari Raden Roro Wening Nastiti Nugroho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Keluarga dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Pendidikan Karakter Anak

Sumber: Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Gemini AI
ADVERTISEMENT
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila dijadikan sebagai dasar negara yang mengandung nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Tidak hanya sebagai sebuah dasar yang tertulis, nilai-nilai Pancasila perlu untuk ada dalam keseharian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, lingkup terdekat dari seorang warga negara adalah Keluarga. Dengan ini, keluarga memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila setiap anggota keluarga, dan Rumah menjadi tempat pertama yang menjadi awal seorang warga negara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.
ADVERTISEMENT
Keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ketika sebuah keluarga mengajarkan hal-hal baru kepada anak, tanpa orang tua sadari, mereka mengajarkan nilai-nilai pancasila, Nilai Ketuhanan seperti rasa syukur kepada apapun yang telah Tuhan berikan, rasa kasih sayang dan etika yang menjadi dasar Nilai Kemanusiaan, kehidupan keluarga yang diciptakan hangat sehingga memunculkan Nilai Kesatuan yang mampu menjaga kerukunan keluarga, memberikan ruang diskusi untuk setiap anggota keluarga dalam bermusyawarah mengenai kepentingan keluarga yang merupakan salah satu penerapan Nilai Kerakyatan, juga Nilai Keadilan yang diterapkan dalam berperilaku kepada anggota keluarga.
Namun, masih banyak orang tua yang merasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah cukup diajarkan oleh guru saja, mereka menyerahkan pendidikan karakter anak kepada pendidik dari lembaga pendidikan (sekolah). Meskipun penerapan nilai-nilai Pancasila sudah pasti diajarkan di sekolah, namun keluarga itu sendiri yang sebenarnya lebih menentukan berhasil tidaknya penerapan pendidikan karakter anak tersebut. Seorang anak cenderung lebih banyak menghabiskan harinya di rumah, dan setiap apapun yang dilakukan oleh keluarga dalam aktivitas akan menjadi cermin/contoh untuk anak. Sebab, anak akan lebih memahami ketika ia melihat langsung penerapan nilai-nilai Pancasila dibandingkan dengan teori pendidikan yang mereka dapat dari sekolah. Dari hal ini, dapat tergambarkan bahwa nilai Pancasila tidak bisa diterapkan ketika seseorang baru saja mendapatkan sebuah pengetahuan formal melalui suatu media. Namun, diperlukan kebiasaan yang memang sudah mulai diajarkan sejak dini, yang diajarkan oleh Keluarga.
ADVERTISEMENT
Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam hal ini orang tua dapat mulai memberikan pemahaman akan adanya Tuhan, segala Ciptaan Tuhan juga rasa syukur tentang apapun yang sudah Tuhan berikan. Membiasakan anak untuk berdoa ketika memulai dan selesai aktivitas, memberikan pendidikan etika dan moral juga rasa hormat akan adanya perbedaan keyakinan.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kasih sayang yang diberikan orang tua akan mampu membentuk karakter anak yang lembut juga peduli. Orang tua dapat memberikan contoh nilai-nilai kemanusiaan dengan cara ketika orang tua membantu orang lain tanpa memandang status atau kondisi fisiknya. Dari sini anak akan mulai memahami bahwa ia harus membantu dan menghormati siapapun tanpa memandang apapun.
ADVERTISEMENT
Sila Ketiga, Persatuan Indonesia
Orang tua dapat mulai memberikan pemahaman akan arti persatuan yang diterapkan dalam keluarga melalui cara menjaga kerukunan didalam keluarga, seperti dengan saling mendukung, memberikan kasih sayang, bekerja sama dalam melakukan pekerjaan rumah, dan pembiasaan tingkah laku yang baik. Dari semua hal tersebut, anak akan belajar menjaga kedamaian di dalam keluarga yang nantinya akan berdampak pada perilaku mencintai bangsa dengan menjaga persatuan di Indonesia.
Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam nilai sila keempat, penerapan nilai ini dapat dilakukan oleh keluarga dengan kebiasaan untuk berdiskusi mengenai hal apapun yang merupakan bagian dari keluarga. Hal tersebut dapat dilakukan dengan orang tua yang mengikutsertakan anak dalam mengambil suatu keputusan, mendengarkan pendapat anak, serta mengarahkan anak bagaimana cara menyampaikan dan menerima suatu pendapat dan keputungan dengan baik dan sopan.
ADVERTISEMENT
Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Hal-hal kecil didalam keluarga seperti orang tua yang memberikan perlakuan yang setara kepada setiap anaknya dapat menjadi contoh salah satu penerapan nilai Pancasila didalam keluarga, dan memberikan hak serta kewajiban yang seimbang dan sesuai bagi setiap anggota keluarga. Tentu mengajarkan anak bagaimna bersikap adil kepada teman, bahkan lingkungannya. Dari situ, anak akan mulai mengerti bagaimana arti keadilan di dalam kehidupan.
Pada akhirnya, keluarga berfungsi sebagai dasar utama dalam membentuk karakter ber-Pancasila sejak usia dini. Dengan memberikan contoh dan membiasakan nilai-nilai Pancasila di rumah, setiap anak dapat berkembang menjadi individu yang berakhlak, beretika, dan mencintai persatuan. Sehingga, fungsi keluarga tidak hanya menciptakan individu yang berkarakter, tetapi juga berperan dalam mewujudkan masa depan bangsa yang lebih beradab dan harmonis.
ADVERTISEMENT