Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata

Mendampingi Pahlawan Nasional dengan Mahateladan Bangsa

Periset di salah satu museum swasta di Kaliurang sejak 2013. Peracik nama bayi dan jenama usaha di Astunamisae sejak 2019.
17 Juni 2022 15:42
·
waktu baca 10 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejak 1952, sebuah tugu setinggi 41,15 meter menyerupai sebatang pensil raksasa berdiri tegak di tengah Surabaya. Tugu Pahlawan, demikian orang menyebutnya. Konon penamaan tersebut mengikuti pilihan Presiden I Republik Indonesia, Sukarno.
Surabaya sendiri dikenal luas berjuluk Kota Pahlawan. Julukan tersebut bisa dibilang sudah melekati Surabaya seumur berdirinya Republik Indonesia. Muasalnya berkaitan dengan peristiwa heroik Pertempuran 10 November 1945—yang sebenarnya secara keseluruhan berlangsung selama tiga pekan dengan darderdor baru berhenti ketika Desember hampir tiba.
Jika dirasa dan ditelisik, kata “pahlawan” dalam penamaan Tugu Pahlawan maupun julukan Kota Pahlawan sejatinya memang perwujudan memori tentang Pertempuran 10 November 1945. Pun “pahlawan” di sini secara makna lebih condong bersinonim dengan kata-kata semacam “pejuang”, “patriot”, “hero”, juga “satria”. Kalau mau lebih dijabarkan, “pahlawan” dalam Kota Pahlawan maupun Tugu Pahlawan kurang lebih berarti “orang yang berani melibatkan diri dalam pertempuran dan peperangan demi membela bangsa dan negara, termasuk hingga mengorbankan nyawanya.” Rumusan pengertian kata “pahlawan” semacam tadi agaknya juga sudah menjadi sesuatu yang diterima luas oleh khalayak di Indonesia.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Antara dihormati sebagai Pahlawan oleh suatu kaum dan dipandang sebagai Lawan oleh pihak lainnya, jaraknya kerap memang setipis tiga karakter saja. Kolom Yosef Kelik (@sefkelik) di @kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten