Pencarian populer
USER STORY
9 Desember 2018 2:47 WIB
0
0
Menguji Pasal Penghinaan Presiden hingga Problem Tanpa Jeda e-KTP
Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/12). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Polemik dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo oleh Habib Bahar bin Smith masih menarik dibicarakan. Salah satunya tulisan DNT Lawyer yang berjudul 'Habib Bahar bin Smith Tidak Bisa Dijerat Menghina Jokowi?'. Selain itu, ada tiga user story menarik lainnya yang masuk Aksara edisi ini. Inilah ulasan singkatnya.
1. Habib Bahar bin Smith Tidak Bisa Dijerat Menghina Jokowi?
Habib Bahar bin Smith dilaporkan karena diduga menghina Presiden Joko Widodo dengan mengatakan "banci", apakah penghinaan terhadap Presiden atau Jokowi merupakan delik umum atau delik aduan, dan apakah bisa dilaporkan oleh orang lain?
2. e-KTP, Problem Tanpa Jeda?
e-KTP menyimpan begitu banyak masalah, tak henti-henti dan seolah terus-menerus memfabrikasi berbagai problem. Belum lagi usai terbongkar seluruh mata rantai kejahatan korupsi di e-KTP tiba-tiba kita dikejutkan pada praktik ilegal penjualan blanko KTP. Kendati blanko dilarang untuk diperdagangkan tapi justru malah marak diperjualbelikan.
Kalau problem e-KTP tidak pernah berhasil diselesaikan dan Pimpinan KPK tidak serius menuntaskan seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus korupsi e-KTP maka sesungguhnya demokrasi dengan; prosesnya tengah dikorupsi secara sistematis dan terstruktur. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, semua elemen masyarakat yang menginginkan demokrasi Indonesia berjalan baik dan lancar harus mengawal penuntasan kasus korupsi e-KTP dan memastikan penyelesaian problem e-KTP lainnya yang sebagiannya ditujukan untuk memastikan akurasi DPT untuk Pilpres dan Pileg.
3. Bisakah Manusia Mengubah Takdirnya?
Berdasarkan prinsip Simultaneity dari teori Relativitas, atau biasa disebut sebagai logika tentang Tuhan, kita adalah kumpulan tokoh dalam cerita yang ditulis oleh Tuhan. Ada yang berperan menjadi jadi tokoh baik, ada yang jadi tokoh jahat.
Penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa manusia sama sekali tidak mampu untuk berbuat apa-apa atau tidak memiliki daya apa-apa untuk berbuat apapun seberapa besar usahanya tersebut. Manusia hanya mengikuti takdir yang membawanya, yang sudah dituliskan oleh Tuhan.
4. Meliput Konferensi Iklim PBB di Tengah Hawa Dingin Polandia
Aku ditugaskan kumparan untuk menghadiri dan meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB atau Conference of Parties (COP) UNFCCC ke-24 di Katowice, Polandia. Tentu pengalaman yang sangat menarik dapat meliput acara sebesar ini. Terlebih mengenai isu lingkungan yang aku pelajari saat di bangku kuliah dua tahun lalu, yakni Ilmu Politik Lingkungan atau Environmental Politics.
Kaget menjadi hal pertama yang aku rasakan saat tiba di Bandara Katowice, Minggu (2/12). Bukan hanya rasa capek setelah terbang hampir 19 jam dan transit dua kali di Istanbul dan Athena, tetapi juga kaget karena hawa dingin yang mencapai 5 derajat celsius.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: