kumparan
31 Mei 2018 9:59 WIB

15 Negara Hadiri Konferensi Tuna Internasional di Bali

Dirjen Perikanan Tangkap (Foto: Dok. Humas KKP )
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar pertemuan 3rd Bali Tuna Conference (BTC-3). Yang istimewa adalah pertemuan BTC-3 bersamaan dengan 6th Internasional Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6). Kedua konferensi tuna internasional tersebut berlangsung di Padma Resort, Legian, Bali.
ADVERTISEMENT
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP Zulficar Mochtar mengungkapkan konferensi yang diikuti 250 peserta dari 15 negara tersebut digelar untuk membahas pengelolaan perikanan tuna secara berkelanjutan. Tujuannya tidak lain agar habitat ikan tuna tidak rusak dan produksinya tetap meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam sambutannya, Zulficar mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam rangka mempromosikan dan mensinergikan para pemangku kepentingan di sektor perikanan tangkap khususnya tuna. Selain itu sebagai langkah strategis bagi dunia usaha untuk memenuhi persyaratan pasar produk tuna global mulai dari hulu hingga hilir.
Dirjen Perikanan Tangkap (Foto: Dok. Humas KKP )
"Saya yakin dengan tindakan nyata yang telah kami lakukan dalam melaksanakan semua kebijakan dan prioritas kami, hal tersebut akan banyak berpengaruh terhadap keberhasilan upaya dunia untuk mencapai pengelolaan perikanan tuna yang berkelanjutan. Saya mengundang semua pemangku kepentingan tuna nasional dan internasional untuk mendukung upaya ini," kata Zulficar saat membuka acara, Kamis (31/5).
ADVERTISEMENT
Kemudian dia menambahkan hal yang tak kalah penting dalam pengelolaan perikanan tuna adalah memfasilitasi para pelaku industri perikanan tuna untuk mendapatkan sertifikasi The Marine Steward Council (MSC).
"Manfaat sertifikasi MSC ini untuk keberlanjutan perikanan, keamanan pasar, harga premium produk tuna, dan meningkatkan peluang pasar ekspor ikan tuna," imbuhnya.
Adapun tema yang diangkat dalam konferensi BTC-3 yaitu “Indonesia's Tuna Sector and International Supply Chains are Benefiting From Heightened Levels of Government-Industry Synergies". Sedangkan untuk ICTBF-6 tema yang diusung adalah “Global Leader in Supplying One-by-One Tuna”.
Kedua pertemuan internasional tersebut digelar mulai hari ini hingga besok. Ada beberapa isu yang disorot seperti status terbaru stok ikan tuna di dunia, pentingnya kepatuhan industri perikanan tangkap tuna, serta arah kebijakan industri tuna di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hadir pada acara tersebut antara lain Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika, Chairman of International Pole and Line Foundation John Burton, dan Executive Director for Western and Central Pacific Fisheries Commission and the Representative of Indian Ocean Tuna Commission Faleti P. Teo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan