kumparan
15 Sep 2019 7:40 WIB

22 Unit Gerbong Kereta Produksi INKA Diekspor ke Bangladesh

Pengiriman gerbong kereta produksi INKA yang diekspor ke Bangladesh. Foto: Dok. Kementerian BUMN
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengekspor gerbong kereta ke Bangladesh. Adapun jumlah gerbong kereta yang diekspor kali ini sebanyak 22 unit melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan, pengiriman gerbong kereta ketiga kalinya di tahun ini diperkirakan akan tiba di Chitagong Port, Bangladesh, pada 22 September 2019. Selanjutnya akan dilakukan persiapan untuk komisioning sebelum nantinya dioperasikan oleh pihak Bangladesh Railways.
"Adapun kontrak pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway merupakan hasil tender yang dimenangkan oleh INKA pada tahun 2017 dengan nilai kontrak sebesar USD 100,89 juta," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/9).
Gerbong kereta produksi INKA yang diekspor ke Bangladesh. Foto: Dok. Kementerian BUMN
Sebelumnya pada tahun 2016, INKA juga telah mengekspor sebanyak 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar USD 72,39 juta. Pada tahun 2006, Bangladesh juga sudah memesan 50 kereta INKA dengan nilai kontrak sebesar USD 13,8 juta.
Sekitar 50 kereta tipe BG (broad gauge) telah dikirimkan pada Januari 2019 yang lalu. Sedangkan pada Juli 2019, INKA mengirimkan 26 kereta.
ADVERTISEMENT
Bangladesh sendiri merupakan pelanggan tetap INKA. INKA menargetkan seluruh pesanan gerbong kereta Bangladesh akan dikirim awal 2020 mendatang.
Selain tipe BG, Bangladesh juga memesan gerbong kereta tipe MG (meter gauge). Jenis kereta MG yang sudah dikirimkan pada tahap pertama ini terdiri dari WJC (kereta tidur AC), WJCC (kereta penumpang AC), WEC (kereta penumpang non-AC), WECDR (kereta makan), dan WPC (kereta pembangkit). Kereta tipe MG ini digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm. Sedangkan untuk kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan