Pencarian populer
12 Desember 2018 15:03 WIB
0
0
25 Keluarga Korban Lion Air yang Jatuh Tuntut Boeing USD 100 Juta
Konferensi pers Ribbeck Law menggugat Boeing terkait tragedi Lion Air JT610. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
Firma hukum imternasional, Ribbeck Law Chartered, akan mendampingi 25 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, dalam menggugat Boeing di Chicago, Amerika Serikat (AS).
Menurut pengacara dari Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck, jumlah ganti rugi yang diminta dalam gugatan itu kepada Boeing adalah sebesar USD 100 juta untuk 25 keluarga korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh.
“Perhitungan ini berdasarkan kerugian yang dihitung pihak keluarga,” ujarnya di Hotel Ritz-Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (12/12).
Menurut dia, jumlah uang ganti rugi yang diajukan tersebut tak terlalu besar, hanya menyesuaikan ketentuan yang berlaku di AS. Adapun Chicago dipilih karena kantor pusat produsen pesawat JT610, Boeing, terletak di Chicago.
Lion Air (for Headline) (Foto: Istimewa)
Manuel menambahkan, Boeing harus turut bertanggung jawab karena kecelakaan pesawat itu terjadi diduga disebabkan sistem MCAS, atau teknologi untuk mencegah hidung pesawat naik terlalu tinggi tidak berfungsi dengan baik.
“Nanti tanggal 17 Januari 2019 akan ada persidangan pertama di Chicago, nanti ada 5 orang dari klien yang terbang ke Chicago,” jelas Manuel.
Dalam persidangan itu, dia menyebut bahwa bukti yang akan dibawa ialah hasil investagasi sementara dan kesaksian dari keluarga korban. Nantinya temuan investigasi terbaru akan pihaknya pakai sebagai bukti penguat di persidangan.
Saat disinggung mengenai target waktu penyelesaian, dia mengaku tak bisa memprediksi. Sejauh ini pihaknya telah mengerjakan tujuh kasus penerbangan di Indonesia yang waktu penyelesaian tiap kasus berbeda-beda.
Manuel mencontohkan, kasus pertama yang dipegang pihaknya pegang ialah Garuda Indonesia GA-152 yang jatuh di Medan pada tahun 1997. Kasus itu, menurutnya diselesaikan dalam waktu satu tahun.
“Kemudian Lion Air JT-538 yang tergelincir di Solo di 2004, itu dulu selesai 8 bulan. Lalu ada kasus Adam Air, itu kasus tercepat selesai 4 bulan,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: