kumparan
21 Jan 2019 8:05 WIB

4 Fakta Ekspor Kereta Api yang Dilakukan INKA

PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA akan mengekspor produk gerbong kereta api buatannya ke Bangladesh dan Filipina tahun ini.
ADVERTISEMENT
Bahkan di tahun ini pula, INKA juga mengincar pasar gerbong kereta api negara lain. Hal itu menegaskan bahwa BUMN Indonesia tak hanya jago kandang.
Berikut 4 fakta ekspor produk buatan INKA yang dihimpun kumparan:
1. Kirim 250 Gerbong Kereta ke Bangladesh
PT INKA mengirimkan 15 dari 250 gerbong kereta penumpang ke Bangladesh pada Minggu (20/1) melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Rencananya pengiriman gerbong kereta ke Bangladesh itu dilakukan secara bertahap.
Adapun 250 gerbong kereta penumpang yang akan dikirim ke Bangladesh itu terdiri dari 50 gerbong kereta berjenis Broas Gauge (BG) yang akan digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm, dan 200 gerbong kereta berjenis Meter Gauge (MG) yang digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm.
ADVERTISEMENT
Perbedaan dua tipe gerbong ini terlihat pada tempat duduk penumpang. Tipe BG memiliki tempat duduk sebanyak 90 kursi, baik ber-AC maupun tidak. Sedangkan, tempat duduk tipe MG hanya berjumlah 55 kursi untuk yang ber-AC dan 60 kursi untuk yang non-AC.
PT INKA memenangkan lelang pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada tahun 2017 dengan total kontrak senilai USD 100,89 Juta. Sebelumnya, PT INKA pernah mengekspor 50 gerbong kereta ke Bangladesh dengan nilai kontrak sebesar USD 13,8 juta. Kemudian, di tahun 2016 PT INKA mengekspor lagi 150 gerbong kereta dengan nilai USD 72,39 juta.
PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
2. Bersiap Ekspor Produknya ke Filipina
Selain mengekspor gerbong kereta api ke Bangladesh, PT INKA (Persero) pada tahun ini juga akan mengirim produk buatannya ke Filipina. Kontrak penjualan senilai USD 52,8 juta ke Filipina telah disepakati pada 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
Adapun prduk INKA yang dipesan Filipina ialah 4 Kereta Rel Diesel (KRD), 3 lokomotif dan 15 gerbong kereta penumpang. Rencananya kereta api itu akan dikirim ke Filipina secara bertahap mulai Juni 2019 ini hingga akhir tahun.
3. Jajaki Perluasan Pasar ke 8 Negara di Afrika dan Asia Tenggara
INKA sejak akhir tahun lalu ingin memperluas pasar ekspor produk kereta api ke 8 negara di Afrika dan Asia Tenggara yang dianggap potensial. Adapun 8 negara itu yakni Mozambik, Sudan, Nigeria, Senegal, Zambia, Mesir, Sri Lanka dan Myanmar.
Saat ini, INKA telah berhasil meyakinkan Bangladesh dan Filipina untuk menjadi konsumennya. Berdasarkan data perseroan, sejak tahun 2017, INKA telah melakukan kontrak ekspor kereta api ke Bangladesh sebanyak 250 unit kereta dengan nilai kontrak sekitar USD 100,9 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.
PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
4. Bangun Pabrik di Banyuwangi untuk Menaikkan Kapasitas Produksi
ADVERTISEMENT
INKA bersiap membangun pabrik kereta api baru di atas lahan seluas 83 hektare di Banyuwangi, Jawa Timur. Rencananya pembangunan pabrik itu memakan waktu hingga 3 tahun. Saat ini, pabrik kereta api milik INKA hanya ada di Madiun, Jawa Timur.
Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, alasan di balik pembangunan pabrik INKA di Banyuwangi, yakni mempermudah ekspor. Banyuwangi dinilai memiliki aksesibilitas yang baik karena jaringan laut di kabupaten itu.
"Kalau ekspor itu lebih mudah apalagi kita ini bukan hanya ditujukan untuk penggunaan di Indonesia saja, tetapi juga di pasar luar negeri seperti Afrika," katanya saat ditemui di Jakarta Islamic Center, Jakarta, Minggu (9/12/2018).
Nantinya, menurut Budi Karya, pabrik INKA yang ada di Banyuwangi akan menjadi sentra produksi kereta api. Sementara pabrik INKA yang ada di Madiun hanya sebagai pusat desain dan pemasok suku cadang kereta api saja.
PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
Sementara itu, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, pembangunan pabrik akan terbagi dalam 2 tahap. Untuk tahap awal perseroan membutuhkan dana senilai Rp 600 miliar melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
ADVERTISEMENT
"Tahun 2020 operasi untuk (pabrik) kereta tahap I, ya kita maunya ada 2 tahap saja. Target kami kalau pabrik di Banyuwangi selesai maka produksi kita mampu mencapai 4 kereta dalam 1 hari," ucapnya.
Secara total, INKA membutuhkan dana sekitar Rp 1,6 triliun untuk penyelesaian pabrik barunya. Sementara ini dalam memperoleh pendanaan, perseroan akan bekerja sama dengan perusahaan kereta api asal Amerika Serikat yaitu Progress Rail.
"Nantinya kita juga akan mendapat bantuan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD 30 juta," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan