Pencarian populer

4 Pendiri Startup Indonesia Belajar Gratis di Kantor Pusat Alibaba

Alibaba (Foto: REUTERS/Aly Song)

Empat pendiri perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia, mendapat kesempatan belajar gratis di perusahaan e-commerce terkemuka dunia asal China, Alibaba. Mereka termasuk ke dalam 40 pendiri startup berbagai negara di dunia, yang terpilih mengikuti Kelas Asia dari eFounders Fellowship, program hasil kerja sama The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dan Alibaba Business School.

Keempat pengusaha asal Indonesia itu adalah Agung Bezharie dari Warung Pintar, perusahaan penyedia teknologi ritel mikro yang bertujuan untuk mendorong digitalisasi di level akar rumput dengan memberikan akses kepada pengusaha warung kecil.

Mario Ronaldo Andrew Mawikere dari Bizzy Indonesia, sebuah marketplace digital yang memberikan akses kepada penyediaan keperluan operasional kantor untuk pelaku bisnis lainnya.

Rade Tampubolon dari Sociabuzz.com, marketplace yang menghubungkan para pekerja kreatif atau influencer dengan para pelaku bisnis. Victor Jia Hap Liew dari Xfers Pte. Ltd, penyedia layanan pembayaran melalui kartu kredit atau internet perbankan, memberikan masyarakat akses kepada sistem pembayaran digital.

Warung Pintar. (Foto: Warung Pintar)

Kelas Asia dari eFounders Fellowship yang berlangsung selama 14 hari di Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou, China ini, merupakan angkatan yang kedua. Dikutip dari pernyataan tertulis Alibaba, para peserta akan mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung seputar e-commerce serta berbagai inovasi dari China dan berbagai negara dunia.

Vice President of Alibaba Group Brian A. Wong yakin, komunitas eFounder Fellowship akan terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi digital. “Komunitas eFounders Fellowship akan semakin berkembang seiring dengan masuknya anggota-anggota baru. Kami juga telah melihat berbagai dampak positif yang dilakukan komunitas ini di masing-masing negara,” katanya.

Koordinator program eFounders Fellowship di UNCTAD Arlette Verploegh menilai, para pengusaha muda di program ini menunjukkan komitmen untuk berkontribusi terhadap dunia.

Jack Ma (tengah) bertemu Pemerintah Indonesia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)

“Kami juga mencatat bahwa memperkuat ekonomi digital, membangun daerah perdesaan, dan mengikutsertakan kelompok tenaga kerja yang rentan melalui pelatihan di negara-negara berkembang adalah beberapa poin penting sejak peluncuran eFounders Fellowship tahun lalu,” kata Arlette Verploegh.

Program ini juga menjadi salah satu komitmen Jack Ma, Executive Chairman dan pendiri Alibaba Group serta penasihat khusus untuk UNCTAD, untuk membina 1.000 pengusaha dari berbagai negara berkembang selama lima tahun mendatang. Dengan kegiatan pelatihan di program ini, diharapkan tidak ada negara yang tertinggal di era ekonomi digital.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: