• 0

4 Tahun Tol Laut: 18 Trayek Kapal Layani Pulau Kecil dan Terluar

4 Tahun Tol Laut: 18 Trayek Kapal Layani Pulau Kecil dan Terluar


Tol Laut

Kapal Perintis Tol Laut melakukan bongkar muatan. (Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Program Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berjalan sejak tahun 2014. Sejak beroperasi, angkutan kapal barang reguler telah melayani 18 rute pelayaran menuju pulau terkecil, terluar dan tertinggal Indonesia.
Rute angkutan kapal barang ini dikelola dan didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kementerian Perhubungan telah mengoperasikan 18 trayek kapal angkutan barang Tol Laut yang menyinggahi daerah-daerah yang masuk ke dalam kategori daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo dalam siaran pers, Rabu (26/9).
Program Tol Laut membawa bahan bangunan seperti semen hingga bahan pangan. Keberadaan angkutan kapal berjadwal yang disubsidi pemerintah ini mampu memangkas biaya pendistribusian barang hingga 50 persen. Hal ini ujung-ujungnya menurunkan harga barang dan memangkas ketimpangkan harga antara Indonesia Barat dan Timur di level konsumen.
"Ongkos angkut Tol Laut lebih murah yakni hampir 50 persen atau setengah dari ongkos angkut kapal-kapal komersial," ujar Agus.
Kemenhub juga membuka opsi merevisi 3 trayek Tol Laut. Ketiga trayek Tol Laut akan disesuaikan dengan jalur distribusi pengangkutan semen milik PT Semen Indonesia Tbk.

Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo

Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
Ketiga trayek tersebut antara lain Trayek T-4 yang melayani rute Tanjung Perak - Makassar - Bitung - Tahuna menggunakan KM. Logistik Nusantara 1 dengan operator PT Pelni (Persero), Trayek T-6 yang melayani rute Tanjung Perak - Makassar - Tidore - Morotai menggunakan KM. Logistik Nusantara 2 dengan operator PT Pelni, dan Trayek T-15 yang melayani rute Tanjung Perak - Kisar (Wonreli) - Namrole - Sorong menggunakan KM. Caraka Jaya Niaga III-32 dengan operator PT Pelni.
"Dengan masuknya bahan baku semen ke wilayah timur Indonesia melalui Tol Laut, maka harga semen menjadi tidak jauh berbeda dengan harga semen di wilayah barat sehingga akan menunjang pembangunan infrastruktur di daerah-darah tertinggal, terpencil terluar dan perbatasan," kata Agus.
Saat ini, para pengguna jasa Tol Laut juga kian dipermudah melalui layanan aplikasi berbasis online Informasi Muatan dan Ruang Kapal (IMRK), yang memberikan informasi seputar muatan dan kapasitas ruang kapal yang digunakan.
"Penerapan aplikasi IMRK berbasis online ini diharapkan akan mengurangi disparitas harga dan menjaga subsidi program Tol Laut oleh pemerintah dapat berjalan tepat guna dan tepat sasaran," tutup Agus.

BisnisEkonomiTol LautJokowiKemenhub

presentation
500

Baca Lainnya