kumparan
3 Mei 2018 20:30 WIB

5 Ladang Gas Masuk Proyek Strategis Nasional, Dapat Insentif Apa?

Ilustrasi eksplorasi migas di lepas pantai. (Foto: Thinkstock)
Sebanyak 5 proyek gas bersar sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Ladang-ladang gas ini diprioritaskan lantaran cadangan gasnya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang.
ADVERTISEMENT
Kelima ladang gas itu adalah Tangguh Train 3 di Papua, Lapangan Abadi (Blok Masela) di Maluku Barat Daya, Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kalimantan Timur, Lapangan Jangkrik (Blok Muara Bakau) di Kalimantan Timur, dan Jambaran-Tiung Biru (Blok Cepu) di Jawa Timur.
Dengan masuknya kelima ladang gas itu dalam PSN, apa saja insentif yang bisa didapatkan kontraktor yang mengelola proyek-proyek itu?
Direktur Proyek Sektor Energi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Triharyo Soesilo, mengatakan kelima ladang gas ini harusnya mendapatkan insentif sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017.
“Sebenarnya di PP 27/2017 sudah ada kemungkinan pemberian insentif fiskal untuk eksplorasi. Cuma di situ kata-katanya tergantung keekonomian,” kata Triharyo dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (3/5).
ADVERTISEMENT
Hengky, sapaan akrab Triharyo, menyebutkan insentif yang bisa didapatkan 5 ladang gas itu adalah Tax Allowance. Sayangnya, pemberian insentif belum mendapatkan rekomendasi resmi dari Kementerian ESDM sebagai regulator di bidang migas. Karena itu, Hengky meminta agar Menteri ESDM Ignasius Jonan membuatkan surat rekomendasi ke Menko Perekonomian Darmin Nasution.
“Aku perlu surat dari dari Menteri ESDM kepada Pak Menko Perekenomian, ayo perjuangkan. Tapi harus ada yang minta dong, Menteri ESDM. Masa menteri ESDM enggak minta,” katanya.
Kata Hengky, KPPIP bersedia memberikan rekomendasi yang dibutuhkan 5 ladang gas di PSN ini. Ia menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah memperhatikan sektor hulu migas.
“Mari Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM datang di rapat untuk mendorong insentif-insentif fiskal hulu. Kalau sektor hilir oke lah sudah ada Kementerian Perindustrian atau Kementerian lainnya. Tapi di hulu ini senjatanya banyak, Pak Presiden sekarang lagi panas misinya,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan