• 0

Bangun Pembangkit Panas Bumi di NTT, PLN Dapat Utang Rp 2,61 Triliun

Bangun Pembangkit Panas Bumi di NTT, PLN Dapat Utang Rp 2,61 Triliun


Ilustrasi geothermal (panas bumi)

Ilustrasi geothermal (panas bumi) (Foto: Pixabay)
Dalam gelaran International Monetary Fund-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, banyak kontrak investasi yang akan dilakukan. Salah satunya PT PLN (Persero) yang akan melakukan kerja sama dengan pendanaan dari Jerman bernama The KfW atau KfW Bankegruppe.
Direktur Perencanaan PLN Syofvi Roekmana mengatakan pendanaan dari KfW berupa utang. Menurutnya, nilai proyek ini sebesar Euro 210 juta. Dalam data Kementerian BUMN, utang yang akan diberikan KfW sendiri tertulis sebesar Euro 150 juta, jika dikonversikan ke rupiah menjadi Rp 2,61 triliun.
“Ini proyek geothermal (panas bumi) di NTT. Iya dikasih pinjaman ya. Total proyeknya itu sekitar Euro 210 juta kalau tidak salah,” kata dia saat ditemui di Hotel Conrad, Bali, Selasa (9/10).
Proyek kelistrikan ini merupakan wilayah pengembangan yang kapasitasnya akan diperluas dengan membangun pembangkit baru di tempat yang sama. Kapasitas listrik yang akan dibangun sebesar 40 megawatt (MW).

PLN, listrik

Petugas mengerjakan pekerjaan jaringan listrik, Sulawesi Tengah, Kamis (30/8). (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Dari 40 MW, dia merinci di Ulumbu 5 GPP sebesar 20 MW, Mataloko 2 GPP 10 MW dan Mataloko 3 GPP 10 MW. Ulumbu berada di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai dan Mataloko berada di Kabupaten Ngada.
Syofvi menuturkan penjajakan dengan KfW sendiri untuk proyek ini sudah berlangsung selama setahun. Jadi, pada 11 Oktober 2018 akan dilangsung tanda tangannya. Adapun tenor yang diberikan di bawah 20 tahun. PLN sendiri sudah pernah melakukan pinjaman dengan KfW beberapa kali. Alasannya karena bunga yang ditawarkan 0 persen.
Deal-nya sudah setahun lalu. Proyek kita kan enggak bisa short. Jadi sudah lama. Kayaknya below 20 years. Bunganya rendah, 0 persen. Siapa yang enggak mau,” akunya.

BisnisEkonomiPLNIMF-World BankUtang Luar Negeri

presentation
500

Baca Lainnya