Pencarian populer

BCA: Kredit Macet Rp 200 Miliar di SNP Finance Sulit Dipulihkan

Paparan kinerja BCA kuartal III 2018. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengakui dana senilai Rp 200 miliar akibat pembobolan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) telah memasuki masa kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) dengan kolektabilitas 5 atau macet.

SNP Finance diketahui mengajukan kredit fiktif kepada beberapa bank, termasuk BCA. Nilai kredit yang diajukan ke bank tersebut di-mark-up dari nilai sebenarnya. Ini dilakukan oknum internal SNP Finance.

Direktur BCA Rudi Susanto mengatakan, NPL kolektabilitas 5 tersebut terjadi sebelum awal Juni 2018. Dia pun menganggap dana Rp 200 miliar tersebut sulit untuk pulih.

"SNP Finance Rp 200 miliar, kami masuk di NPL 5 sebelum Juni. Reserve kami udah full di sana. Kalau finance company sulit dapat recovery (pemulihan)," ujar Rudi dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (25/10).

Rudi juga mengatakan, perseroan tak menargetkan besaran dana pemulihan untuk memulihkan kredit macet tersebut atau coverage ratio.

"Coverage ratio per bulan, kami enggak ada target coverage ratio. Kami ambil langkah konservatif untuk cadangan ini," jelasnya.

Gedung Menara BCA (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Adapun hingga kuartal III 2018 ini, penyaluran kredit BCA sebesar Rp 516 triliun. Angka ini tumbuh 17,3 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy) sebesar Rp 439 triliun.

Secara rinci, kredit korporasi meningkat 23,3 persen yoy menjadi Rp 199,2 triliun terutama berasal dari sektor jasa keuangan, telekomunikasi, serta minyak nabati dan hewani.

Kredit komersial dan UKM tumbuh 17,6 persen (yoy) menjadi Rp 176,4 triliun dan kredit konsumer meningkat 9,0 persen menjadi Rp 139,9 triliun. Sedangkan portofolio kredit konsumer, yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik 9,4 persen (yoy) menjadi Rp 86,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 7,7 persen (yoy) menjadi Rp 41,5 triliun.

SNP Finance sendiri telah mangkir dari kewajibannya membayar utang kepada beberapa bank senilai total Rp 14 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sebelumnya mengatakan, kasus tersebut merupakan penyelewengan penggunaan kredit.

"Kalau menurut saya ini penyelewengan penggunaan kredit," kata Jahja kepada kumparan.

Menurut dia, SNP Finance mulai mengajukan kredit ke BCA sejak Juni 2016. Besaran kredit berjenjang hingga November 2017 nilainya mencapai Rp 545 miliar.

Semula, SNP Finance mengangsur secara rutin. Sisa kewajiban SNP Finance terus berkurang hingga menjadi Rp 210 miliar.

BCA memberikan kepercayaan untuk menyalurkan kredit kepada SNP Finance lantaran perusahaan pembiayaan Grup Columbia itu memiliki kinerja keuangan yang sehat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23