kumparan
20 Mar 2019 21:08 WIB

Beda Kubu Politik di Tubuh Kadin

Erwin Aksa. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Pesta demokrasi tidak dipungkiri membuat masyarakat punya beda pilihan. Pun pada dua orang bersahabat, bisa jadi tak sejalan lantaran pilihan politik yang berbeda. Beda kubu ini pun juga terjadi dalam tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
ADVERTISEMENT
Asosiasi yang mewadahi para pengusaha itu terbelah antara kubu Jokowi-Ma’-ruf dan Prabowo-Sandi. Uniknya, dalam berbagai kesempatan pertemuan Kadin, para anggota tetap duduk bersama.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan, perbedaan pandangan politik merupakan hal yang biasa terjadi. Erwin menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak berarti mereka saling terpecah belah.
“Biasa di Kadin kalau politik-politik enggak masuk sampai di hati. Jadi ya mereka ya biasa lah. Politik ini udah dinamika,” ungkap Erwin kepada kumparan, Rabu (20/3).
Menurutnya perbedaan pandangan tidak hanya terjadi saat Pilpres. Erwin mencontohkan dalam setiap musyawarah nasional (munas) misalnya, perbedaan pandangan hingga adu pendapat sudah lumrah terjadi. Bahkan tak jarang saat munas, satu anggota dengan yang lain saling menjatuhkan.
ADVERTISEMENT
“Kalau munas-munas gitu saling menjatuhkan, debat, perang argumentasi. Tapi kalau udah selesai ya berkawan lagi. Kami udah terbiasa dengan pesta demokrasi,” ujarnya.
Untuk itu Erwin memastikan bahwa beda kubu di tubuh Kadin tidak menganggu visi misi organisasi. Artinya, pilihan politik merupakan pilihan pribadi dan tidak serta merta menyeret organisasi. “Tidak menganggu,” tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa pentolan Kadin punya pilihannya masing-masing. Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani masuk ke dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sebagai Wakil Ketua. Kini Erwin Aksa terang-terangan menyatakan pilihannya ke kubu Prabowo-Sandi dengan alasan persahabatan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan