Pencarian populer

BI: Meski Menguat, Rupiah Belum Cerminkan Nilai Fundamentalnya

Ilustrasi Dolar-Rupiah (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini kembali menguat. Berdasarkan data Reuters siang ini, kurs dolar AS mencapai Rp 14.890, menguat dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp 14.900 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, meskipun nilai tukar rupiah hari ini menguat, namun pergerakannya hingga saat ini masih belum mencerminkan nilai fundamentalnya.

"Tentu saja (di luar fundamentalnya). Kalau kita lihat, pergerakan inflasi yang sangat rendah, malah deflasi di Agustus, pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, perbankan yang kuat, kredit yang lebih dari 10 persen," ujar Perry di komplek BI, Jakarta, Jumat (7/9).

Menurut dia, jika dilihat dari beberapa indikator makroekonomi domestik yang sebagian besar membaik, mulai dari bulan lalu yang mencatatkan deflasi, pertumbuhan ekonomi yang membaik, hingga pertumbuhan kredit perbankan yang di atas 11 persen di Juli 2018.

Dia optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bahkan bisa lebih menguat ke depannya dibandingkan saat ini. Sebab, bank sentral bersama dengan pemerintah terus melakukan berbagai upaya menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Berbagai upaya tersebut di antaranya implementasi biodiesel 20 persen (B20), hingga kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor barang konsumsi yang mulai diterapkan 13 September mendatang.

"Bahkan kecenderungan naik. Langkah-langkah penurunan CAD itu ada ruang rupiah lebih baik lagi ke depannya," tambahnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23