Pencarian populer

Bila Jadi Diakuisisi, PGN Akan Lebur 4 Anak Usaha Pertagas

Ilustrasi Perusahaan Gas Negara (PGN). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Kementerian BUMN tengah mengkaji 4 anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk diakuisisi oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS). Akuisisi ini rencananya akan masuk valuasi tahap dua dalam subhoding BUMN migas.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan perusahaan memang belum mengambil keputusan, sebab masih menunggu kajian Kementerian BUMN bersama Pertamina selesai. Tapi, jika 4 anak usaha ini sudah berada di bawah bendera PGN, pihaknya membuka opsi untuk melebur keempatnya.

“Nanti ke depannya bisa jadi. Enggak menutup kemungkinan (akan dilebur),” kata Rachmat kepada kumparan, Minggu (20/10).

Rachmat mengatakan opsi untuk meleburkan anak usaha Pertagas sangat mungkin. Sebab, perusahaan harus berhitung untung dan rugi saat cucu-cucu Pertamina di sektor gas tersebut bergabung.

Peleburan akan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan bisnis yang ada di lapangan. Jangan sampai, kata Rachmat, keempat anak usaha ini mubazir keberadaannya. Dia mencontoh seperti peleburan yang terjadi pada dunia perbankan di masa lalu.

“Setelah dilakukan valuasi lagi, dibuatkan regulasinya per sektor dan lain-lain itu ya bisa jadi (dilebur). Sama kayak di bank kan dulu sebelum jadi Mandiri ada Eximbank, Bapindo, dan lain-lain. Itu sejenis semua, hanya segmentasi beda-beda, kan dilebur jadi Mandiri. Nanti kita cek apakah potensinya besar. Kalau ke depannya enggak bisa jalan, bukan enggak mungkin dilebur,” lanjut dia.

Rachmat Hutama Sekretaris PT PGN (Foto: Ricky Febrian/kumparan)

Keempat anak perusahaan Pertagas yang dimaksud adalah PT Perta Samtan Gas, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas dan PT Perta Kalimantan Gas. Sebenarnya, ada satu lagi anak usaha Pertagas yaitu PT Pertagas Niaga. Tapi, perusahaan ini sudah lebih dulu diakuisisi PGN bersamaan dengan akuisis Pertagas dengan valuasinya Rp 16,6 triliun.

Untuk valuasi keempat anak usaha Pertagas ini, Rachmat mengaku belum tahu berapa nilai. Kementerian BUMN dan Pertamina masih menghitungnya. Proses ini akan masuk valuasi tahap dua.

"Iya. Tapi belum tahu. PGN kan hanya bayar saja nanti. Kalau yang tahap 1 kan sudah. Ini nanti tahap kedua. Itu nanti akan dicek lagi. Kita akan nilai lagi potensi ke depannya. Kan yang perlu diantisipasi itu bagaimana ngembangin 4 perusahaan itu," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengakui, Pertamina dan pihaknya memang tengah berhitung valuasi dari keempat anak usaha Pertagas ini. Menurutnya, keempat perusahaan ini nilainya bisa saja lebih besar atau lebih kecil dari valuasi PGN-Pertagas tahap satu.

"Masih dikaji sama Pertamina. Valuasinya bisa lebih besar atau lebih kecil. Masih dihitung," kata Fajar di Bali.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23