kumparan
15 Apr 2018 10:34 WIB

Bisnis Ritel Masih Lesu, 18 Perusahaan Terancam Bangkrut

Ilustrasi toko ritel (Foto: @shalome05 via AP)
Bisnis ritel belum memperlihatkan titik terang pada tahun ini. Menurut analis S&P Global Ratings seperti yang dilansir dari Business Insider, di kuartal pertama tahun ini tercatat ada sekitar 20 perusahaan yang berisiko bangkrut akibat gagal bayar.
ADVERTISEMENT
Laporan S&P menyebutkan, ada beberapa industri ritel yang mengalami risiko gagal bayar berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan bulan lalu. Bahkan ada beberapa industri ritel yang telah mengajukan kebangkrutan.
"Kami yakin default pada 2018 dapat menyamai atau melampaui rekor tahun lalu," tulis analis S&P Global Ratings, Robert Shulz, dalam sebuah laporan yang mengidentifikasi 20 pengecer yang berisiko gagal bayar seperti dilansir dari Business Insider, Minggu (15/4).
Sejak mempublikasikan laporan tersebut pada bulan lalu, dua dari perusahaan yang diidentifikasi - pengecer perhiasan Claire dan Bi-Lo - telah mengajukan kebangkrutan.
Berikut daftar ritel yang terindikasi mengalami kebangkrutan:
1. 99 Cents Only Stores LLC, salah satu ritel yang dikenal harga utama sekitar USD1. Ritel ini memiliki lebih dari 350 lokasi di California, Texas, Arizona, dan Nevada. 2. Bluestem Brands memiliki 13 situs e-commerce termasuk Appleseed's, Bedford Fair, Fingerhut, Draper's & Damon's, Blair, dan Gettington.com. 3. Everest Holdings mengoperasikan Eddie Bauer yang sarat utang, yang memiliki lebih dari 300 toko di AS dan Kanada. 4. FullBeauty Brands Holdings Corp, FullBeauty memiliki beberapa merek pakaian untuk pria dan wanita ukuran besar termasuk fullbeauty.com, Woman Within, Roaman's, Jessica London, ellos, KingSize, dan Brylane Home. 5. J.Crew Group, Inc. memilih menutup toko-tokonya, memangkas bisnis pengantinnya dan sudah tidak bersama CEO lama Mickey Drexler, serta direktur kreatifnya Jenna Lyons. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Drexler mengatakan kesalahan terbesar J.Crew menaikkan harga saat pelanggan semakin sadar biaya 6. New Academy Holding Co. LLC adalah perusahaan induk tidak langsung dari cabang rantai olahraga & Outdoor Diskon, yang memiliki lebih dari 240 lokasi. 7. PetSmart Inc saat ini memiliki lebih dari 1.500 toko hewan peliharaan di AS, Kanada, dan Puerto Riko. 8. Steak 'n Shake Inc. merupakan bisnis makanan cepat saji yang saat ini berusia 84 tahun, Steak 'n Shake memiliki lebih dari 500 lokasi, terutama di Midwest dan Amerika Selatan. 9. SSH Holdings tercatat saat ini sudah mengoperasikan toko-toko Spencer dan Spirit berbasis di mal. 10. David's Bridal, Inc. mengalami penurunan penjualan karena semakin banyak pengantin memilih gaun pengantin kasual di atas gaun tradisional. 11. Neiman Marcus Group merupakan jaringan department store, saat ini sedang berjuang dengan beban utang USD 5 miliar setelah dua pembelian leverage. 12. Evergreen AcqCo 1 LP mengoperasikan jaringan toko Value Village and Savers, yang menjual pakaian bekas, aksesoris, dan barang-barang rumah tangga secara online dan di toko-toko. 13. HT Intermediate Holdings Corp adalah perusahaan induk tidak langsung dari rantai Hot Topic yang berbasis di mal. 14. Payless, sempat sukses melakukan reorganisasi. Namun berdasarkan S&P Capital Markets, perusahaan yang memiliki sekitar 3.500 jaringan toko ini terancam gagal bayar. 15. BKH Acquisition Corp mengoperasikan lebih dari 100 restoran Burger King di Puerto Rico melalui anak perusahaannya, Caribbean Restaurants. 16. The Fresh Market, saat ini perusahaan memiliki 176 toko grosir di 24 negara di seluruh AS. Perusahaan juga telah memotong harga tahun lalu dalam upaya untuk mendorong kelancaran belanja ke toko-tokonya, tetapi upayanya dilaporkan gagal. 17. Guitar Center yang merupakan jaringan toko alat musik telah menderita karena mengalami penurunan penjualan gitar listrik. Menurut pemberitaan Washington Post, penjualan gitar listrik mengalami penurunan dari 1,5 juta produk yang dijual setiap tahun menjadi sekitar satu juta dalam dekade terakhir. 18. Sears Holdings, memiliki Kmart yang telah menjual merek dan juga real estate untuk tetap bertahan di tengah tahun-tahun penjualan yang menurun. Penjualan perusahaan mengalami pengirim dari USD 53 miliar ada 2006 menjadi USD 16,7 miliar pada tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·