kumparan
19 Mar 2019 10:05 WIB

BRI Pasok Bantuan Tahap Pertama bagi Korban Banjir Bandang di Jayapura

Bantuan "BRI Peduli" untuk korban bencana banjir bandang di Jayapura. Foto: Dok. Bank BRI
Banjir bandang di Sentani, Jayapura, pada Sabtu (16/3) malam telah menelan korban jiwa puluhan orang dan sejumlah lainnya hilang. Belum lagi ribuan warga yang terpaksa mengungsi, akibat rumah mereka musnah diterjang banjir.
ADVERTISEMENT
Kondisi itu menggugah banyak kalangan, untuk membantu meringankan penderitaan para korban yang terdampak. Termasuk dari Bank BRI, yang bersama BUMN lainnya saling bahu membahu terus mengirimkan bantuan kepada banjir bandang di Sentani.
Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto, mengungkapkan hingga Senin (18/3), pihaknya telah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan total nilai Rp 150 juta.
“Bantuan awal untuk para korban banjir di Sentani kami salurkan dalam berbagai bentuk. Yakni makanan dan minuman siap saji, obat-obatan, pakaian, tenda, tikar serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut didistribusikan melalui Kantor Cabang BRI Jayapura, BRI KC Abepura, dan BRI KC Sentani,” jelas Bambang melalui pernyataan tertulis yang diterima kumparan.
Sejak terjadinya bencana, Bank BRI yang termasuk ke dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus menggalang dan menyiapkan bantuan bagi para korban.
Sejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Tak hanya itu, Bank BRI yang ditunjuk sebagai koordinator penyaluran bantuan dari perusahaan-perusahaan BUMN, telah mendirikan Posko BUMN Hadir Untuk Negeri di BRI Unit Doyo, Sentani dan Kantor Bupati Sentani.
ADVERTISEMENT
Bambang menambahkan, ”Kami terus cek penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat di sana dan memonitor keberlangsungan operasional jaringan kantor BRI agar outlet kami tetap dapat diakses oleh masyarakat.”
Mengutip data terakhir yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (18/3) dilaporkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan.
Bencana banjir bandang yang menerjang 9 kelurahan di Sentani itu, juga memaksa 4.226 orang mengungsi. Mereka saat ini sudah berada di enam titik penampungan yang disediakan, yang tersebar di enam titik yaitu BTN Gajah Mada, BTN Bintang Timur, Doyo Baru, Sekolah HIS Sentani, Posko Induk Gunung Merah dan SIL Sentani.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan