Pencarian populer

BTN Tunggu Kajian Pembentukan Anak Usaha Jiwasraya

Direktur Utama Bank BTN, Maryono dalam Acara Perayaan 69 Tahun BTN di Jakarta Convention Center, Jakarta. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengaku masih menunggu kajian terkait dengan pembentukan anak usaha asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yakni PT Jiwasraya Putra.

BTN juga masih menanti hasil kajian terkait perannya sebagai pembeli siaga (standby buyer) dari penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) oleh perusahaan asuransi plat merah itu.

"Saya belum berani menentukan, karena hasil kajian tadi itu menentukan kami arahnya kemana, itu saja," ujar Direktur Utama BTN Maryono di Menara BTN, Jakarta, Selasa (23/4).

Namun demikian, Maryono mengakui saat ini terus melakukan komunikasi secara intensif terkait rencana pembentukan anak usaha maupun penerbitan MTN. Namun menurutnya, segala keputusan tersebut masih menunggu hasil kajian.

"Ini kan semuanya menggunakan konsultan. Hasil konsultannya kami bicarakan bagaimana prospeknya, potensinya, dan sebagainya," jelasnya.

Jiwasraya belum membayar klaim jatuh tempo pada Oktober 2018 sebesar Rp 802 miliar. Tunggakan itu disebabkan perusahaan tengah mengalami tekanan likuiditas.

Jiwasraya Putra didirikan Kementerian BUMN untuk menyelamatkan masalah keuangan yang melilit PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sebelumnya Direktur Strategy, Compliance, and Risk BTN, Mahelan Prabantarikso, mengatakan sebagai perusahaan negara, perseroan harus saling membantu BUMN. Lagi pula, kata dia, BTN juga sudah lama ingin berbisnis di bidang asuransi jiwa.

Namun dalam pembentukan anak usaha Jiwasraya ini belum ada porsi pembagian saham. Perusahaan masih menghitung nilai saham yang akan dimasukkan tersebut.

Anggota Jiwasraya Putra sendiri terdiri dari beberapa perusahaan BUMN. Selain BTN, ada Pegadaian, Telkomsel, dan Kereta Api Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini diminta bergabung karena banyak pelanggan mereka merupakan nasabah Jiwasraya.

“Belum, masih jauh (pembagian saham). Kita masih hitung valuasinya,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57