Pencarian populer
BUMN Bantu Jokowi Gratiskan Sambungan Listrik untuk 1,6 Juta Rumah
Presiden RI Joko Widodo secara langsung menguji sambungan listrik yang diberikan secara gratis. Foto: Dok. Humas Kementrian BUMN
Akhir-akhir ini, Presiden Joko Widodo terlihat sering meresmikan program sambung listrik. kumparan mencatat, beberapa kali Jokowi bersama dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir meresmikan program ini untuk warga miskin di Jawa Barat.
Misalnya pada (25/1) lalu, Jokowi melakukan penyambungan listrik gratis untuk warga tidak mampu di Bekasi. Sebelumnya, sambungan listrik gratis juga diberikan kepada warga miskin di Bogor dan Tasikmalaya.
Apakah program ini hanya ditujukan untuk masyarakat Jawa Barat? Kapan warga miskin di daerah lainnya menikmati program ini?
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Sommeng mengatakan program sambung listrik Jokowi tidak hanya berlaku di Jawa Barat saja. Menurutnya, pemerintah bakal melalukan hal yang sama ke daerah lainnya yang masih belum tersambung listrik.
Sambungan Listrik PLN Foto: Dok. PLN
"Ya ada (ke daerah lain). Tapi, karena levering di Jawa Barat paling banyak di sana. Banyak, di seluruh Indonesia," kata Andy saat ditemui di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (11/2).
Levering adalah kondisi rumah tangga yang memperoleh listrik dari rumah lainnya, bukan dari instalasi yang dipasang oleh PT PLN (Persero). Andy menjelaskan, di Jawa Barat jumlah levering mencapai 320 ribu rumah.
Sementara total levering se-Indonesia mencapai 1,6 juta rumah. Andy menegaskan, 1,6 juta rumah warga miskin yang belum tersambung listriknya bakal diselesaikan tahun ini.
"Makanya Pak Menteri (Ignasius Jonan) kirim surat ke Gubernur supaya menyisihkan anggaran daerahnya untuk itu (sambung listrik gratis) ke daerah yang masih banyak levering," ucap dia.
Andy menjelaskan bahwa biaya program sambung listrik ke warga miskin tidak dibiayai negara atau subsidi, tapi berasal dari bantuan perusahaan negara atau BUMN. Menurut dia, subsidi memang tidak diberikan untuk program ini karena Kementerian Keuangan beranggapan kalau program ini disubsidi, akan menimbulkan beban subsidi baru yang lain.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: