kumparan
20 Jan 2019 17:19 WIB

Cerita INKA Kalahkan China dan India Saat Tender di Bangladesh

Suasana Pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11). (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Terhitung sudah 3 kali Indonesia mengekspor gerbong kereta ke Bangladesh, yakni pada 2006, 2016 dan tahun ini.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengungkapkan, ada 250 gerbong kereta yang dipesan Bangladesh. 15 dari 250 gerbong tersebut dikirim hari ini.
Budi menjelaskan, untuk mendapat pesanan gerbong kereta dari Bangladesh tak mudah. Pihaknya harus bersaing dengan sejumlah perusahaan besar di dunia dalam proses lelang terbuka itu.
"Ini kontrak ketiga yang terbesar, 250 kereta penumpang dan ini melalui proses lelang terbuka. Alhamdulillah ini kita menangkan proses lelang. Jadi ada satu perusahaan dari India dan dua perusahaan dari China ( menjadi pesaing). Kita menang," kata Budi usai melepas pengiriman 15 gerbong kereta ke Bangladesh dari Pelabuhan Perak, Surabaya, Minggu (20/1).
Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro saat berkunjung ke kumparan, Jakarta, Rabu (15/8/2018). (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Budi mengungkapkan, barang yang bermutu dan pelayanan yang baik menjadi rahasia perusahaan yang dipimpinnya untuk dapat memenangkan lelang tersebut.
ADVERTISEMENT
"Karena kita kualitas bagus, harga murah, pengirimannya cepat. Saingan kita dari India, Cina," ungkapnya.
Menteri Perindustrian Airlamgga Hartarto juga mengamini hal itu. Airlangga menyebut PT INKA sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang punya kapasitas untuk bersaing di kancah internasional.
"Memang PT INKA ini salah satu BUMN yang bisa memproduksi kereta dan sudah mempunyai kompetensi. Maka walaupun bersaing di negara lain dengam tender itu bisa memenangi persaingan," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan