Pencarian populer

Cerita Sri Mulyani Soal Mundurnya Kim Sebagai Presiden Bank Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) saat menjadi narasumber dalam acara The Bali Fintech, Kamis (11/10/2018). (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Mundurnya Jim Yong Kim sebagai Presiden Grup Bank Dunia cukup mengagetkan. Kabar pengunduran dirinya langsung ramai diperbincangkan dunia internasional, termasuk di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan dia telah mengetahui kabar tersebut langsung dari Kim dan Bank Dunia. Seperti diketahui, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani mengatakan, Kim nantinya akan bergabung dengan perusahaan swasta yang fokus mengurusi infrastruktur di negara berkembang. Hal itu seperti yang diharapkan Kim agar dapat lebih berguna bagi negara berkembang.

"Saya dapat kabar dari Presiden Kim dan juga dari World Bank. Beliau sampaikan akan join sektor swasta yang bekerja di bidang infrastruktur, karena yang beliau bayangkan akan lebih banyak berguna bagi negara berkembang di dunia," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (8/1).

Sri Mulyani mengatakan sangat menghormati keputusan Kim tersebut. Dia berharap, Bank Dunia tetap bisa menjalankan misinya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di seluruh dunia.

"Saya rasa apa yang diputuskan Kim dihormati saja. Indonesia sebagai salah satu anggota Bank Dunia tentu mengharapkan lembaga ini bisa tetap dijaga dari sisi misinya, mengurangi kemiskinan di seluruh dunia dan terus meningkatkan pemerataan kesejahteraan," jelasnya.

World Bank (Foto: Wikimedia Commons)

Seperti dilansir Reuters, Kim secara tak terduga memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Presiden Bank Dunia, tiga tahun lebih cepat dari akhir masa jabatannya di 2022.

Pengunduran diri Kim tersebut sejalan dengan adanya perbedaan dengan Presiden Trump mengenai perubahan iklim dan kebutuhan akan sumber daya pembangunan yang lebih banyak.

Kim mengatakan kepada karyawan Bank Dunia melalui email akan meninggalkan lembaga pemberi pinjaman dan donor terbesar ke negara-negara miskin tersebut mulai 1 Februari 2019. Dia akan dengan sektor swasta yang berfokus pada investasi infrastruktur di negara berkembang.

"Peluang untuk bergabung dengan sektor swasta tidak terduga, tetapi saya telah menyimpulkan bahwa ini adalah jalur di mana saya akan dapat membuat dampak terbesar pada isu-isu global utama seperti perubahan iklim dan defisit infrastruktur di pasar negara berkembang," kata Kim.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.21