China, Jepang, dan Australia Tertarik Investasi di KEK Tanjung Lesung

19 September 2019 12:25 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Diskusi di Menara Batavia soal genjot investasi di KEK Tanjung Lesung, Banten, Kamis (19/9/2019). Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi di Menara Batavia soal genjot investasi di KEK Tanjung Lesung, Banten, Kamis (19/9/2019). Foto: Moh Fajri/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Banten West Java selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terus berupaya menggaet para investor untuk masuk ke kawasan tersebut. Dirut PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo, mengungkapkan, di periode semester kedua tahun 2019 sudah ada beberapa investor luar negeri yang tertarik mengembangkan pariwisata di KEK Tanjung Lesung.
ADVERTISEMENT
“Sudah ada investor dari China, Jepang, dan Australia yang sangat tertarik mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung. Mereka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama,” kata Poernomo di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (19/9).
Pesona Tanjung Lesung. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Untuk menarik para investor, kata Poernomo, pihaknya akan menyelenggarakan beberapa event tahunan seperti Festival Tanjung Lesung sampai kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2019. Ia merasa pagelaran-pagelaran tersebut bisa menarik para investor.
“Event ini tentunya akan mengundang banyak wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti theme park dan sarana pendukung lainnya. Nah, ini yang coba kita garap bersama-sama,” ujar Poernomo.
Poernomo mengajak semua masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung sehingga bisa melihat langsung kondisi pariwisata yang bisa dikembangkan. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin memastikan, pihaknya telah membuat kebijakan-kebijakan dalam mempermudah investor masuk ke Tanjung Lesung khususnya terkait regulasi.
Tanjung Lesung Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Regulasi yang dimaksud Pery juga menyangkut Rencana Tata Ruang atau Wilayah melalui Perda yang sudah ditetapkan untuk zona kawasan Tanjung Lesung.
ADVERTISEMENT
“Pemerintah sudah membuat desain bagaimana dunia pariwisata di Tanjung Lesung di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus. Kita punya desain pembangunannya. Regulasinya sudah jelas,” ungkap Pery.