Pencarian populer

Di China, Volkswagen hingga BMW Lebih Digemari daripada Mobil Lokal

Mobil mewah di kampus Xiamen University. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Tiongkok punya brand mobil buatan dalam negeri seperti Wuling, Chery, BYD, Dongfeng, Foton, Geely dan masih banyak lagi. Mobil-mobil tersebut juga dijual dan diproduksi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Meski punya mobil keluaran lokal, ternyata warga China sendiri lebih tertarik membeli dan menggunakan kendaraan roda empat dengan merek global.
VW dan Range Rover di Xiamen. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Mobil rancangan produsen otomotif dunia seperti Mercedes-Benz, Honda, Toyota, Nissan, Hyundai, Citroen, Ford, General Motors, Mini Copper, BMW, VW, Porsche, Tesla, Jaguar, Range Rover, Ferrari, Volvo hingga Maserati justru laris-manis dan sangat mudah ditemui di jalanan dan kantong parkir di China. Bahkan, di kota kecil China pun, mobil keluaran pabrikan global lebih mudah ditemui daripada mobil lokal.
kumparan (kumparan.com) sempat blusukan di Kota Xiamen, Provinsi Fujian untuk mengamati keberadaan mobil dengan brand global seperti Porsche hingga BMW.
Penampakan Mustang di Kota Xiamen. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Di kota dengan penduduk 4 juta orang ini, kumparan sangat mudah menemukan mobil-mobil produksi perusahaan otomotif asal Eropa, AS hingga Jepang. Meski demikian, ada juga mobil dengan brand lokal.
ADVERTISEMENT
Fakta ini dikuatkan oleh artikel yang dilansir oleh China Daily, yang merilis Volkswagen (VW) Group sebagai jawara penjualan mobil tertinggi di China pada tahun 2017.
Mudahnya bertemu Porsche di kota Xiamen. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Raksasa otomotif asal Jerman ini berhasil menjual 4,18 juta unit mobil di Negeri Tirai Bambu sepanjang 2017. Angka ini termasuk brand-brand di bawah naungan VW Group seperti Audi, Skoda, dan Porsche.
Posisi kedua diikuti oleh pordusen otomotif asal AS, General Motors Co. dengan angka penjualan 4,04 juta unit. Jumlah ini juga termasuk penjualan Cadillac, Buick, dan Baojun. Sampai-sampai, pembelian Cadillac di China yang sebanyak 175.489 unit telah mengalahkan transaksi di negara asalnya, AS.
Mobil Mewah di kota Xiamen. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Selain dari data statistik, warga China mengungkapkan alasan di balik populernya mobil bermerek global. Lin, kepada kumparan, menjelaskan beberapa alasan tentang fenomena larisnya penjualan Mercedes Cs daripada mobil lokal di China. Wanita yang bekerja sebagai karyawan swasta di Kota Xiamen ini menyebutkan tiga alasan. Pertama, mobil dengan bendera global telah teruji dari sisi teknologi.
ADVERTISEMENT
“Mobil dengan brand luar negeri telah terbukti tangguh dari sisi teknologi. Apalagi mereka memiliki sejarah panjang tentang industri mobil,” ungkap Lin kepada kontributor kumparan di China Feby Dwi Sutianto, Senin (26/3).
Mobil listrik Tesla di Xiamen. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Alasan kedua, booming ekonomi di Tiongkok ikut mempengaruhi penghasilan dan daya beli. Alhasil, warga asli China memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan produksi perusahaan otomotif global yang dijual lebih mahal.
Lin yang memiliki mobil jenis VW Beetle ini menyebut alasan terakhir, yakni status sosial. Menurutnya, orang China sangat peduli terhadap penampilan dan penilaian terhadap diri mereka. Karenanya, warga lokal memutuskan membeli mobil-mobil dengan brand global sebagai simbol kesuksesan.
Mercedez Benz berbagai varian di kota kecil Xiamen (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
“Bila kamu memiliki barang dengan merek global. Kamu akan terlihat keren dan kaya. Orang China sangat peduli terhadap penilaian orang lain terhadap dirinya,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85