Pencarian populer

Dibelit Masalah Komponen, Pengiriman Boeing 737 ke Pemesan Menurun

Perusahaan Boeing (Foto: REUTERS/Jim Young)

Industri pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS), Boeing, mengungkap sinyalemen penurunan jumlah pengiriman pesawat tipe 737 kepada para pemesannya. Penurunan jumlah yang belum dirilis datanya itu, terjadi pada Oktober 2018.

Dikutip dari Reuters, Chief Financial Officer Boeing Greg Smith, menyatakan penurunan jumlah unit yang dikirim terjadi akibat keterlambatan pasokan mesin dan komponen lainnya dari para vendor.

Dia menjanjikan masalah yang membelit pabrik pesawat berbasis di Seattle itu akan segera teratasi. Pengiriman akan kembali pulih pada akhir tahun ini. Tapi pada sisi lain, Greg mengakui masih ada masalah dari pembuat mesin yakni CFM International Inc, yang merupakan anak perusahaan bersama dari General Electric Co dan perusahaan Prancis, Safran.

Boeing diperkirakan baru akan merilis angka pengiriman Oktober, pada pekan depan. Reuters menulis, data pengiriman pesawat di industri penerbangan diawasi sangat ketat karena menentukan pembayaran dari pemesan.

737 Max Boeing (Foto: Wikimedia Commons)

“Data pengiriman akan kami rilis lagi. Meskipun di Oktober akan ada penurunan dari biasanya. Tapi akan naik lagi di November dan Desember,” katanya.

Boeing saat ini sedang memulihkan produksi pesawat 737 yang merupakan tipe terlaris dari pabrikan tersebut. Keterlambatan produksi telah terjadi akibat masalah pasokan dari vendor. "Kami belum sepenuhnya pulih dan berharap masalah ini tidak berlarut sampai akhir tahun ini," tambah Greg.

Tanggapan dari eksekutif Boeing tersebut muncul, setelah sebelumnya Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memerintahkan Boeing merilis panduan untuk menangani masalah pada sensor 'Angle of Attack' atau AOA.

4 anggota dari Perusahaan Boeing 737 MAX hadir di JICT, diskusi dengan KNKT. (Foto: Fachrul/kumparan)

FAA mengeluarkan perintah itu setelah ada indikasi kerusakan sensor AOA di pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Karawang, Senin (29/10).

Sejauh ini diindikasikan ada kerusakan pada sensor AOA di pesawat tersebut. Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki hubungan antara kerusakan sensor AOA dengan jatuhnya pesawat yang menewaskan 189 jiwa tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.59