kumparan
31 Jul 2018 20:31 WIB

Dikuasai Pertamina, Cadangan Minyak Blok Rokan Masih 1,5 Miliar Barel

Ilustrasi ladang minyak (Foto: Pixabay)
Setelah hampir 50 tahun dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Blok Rokan di Riau akhirnya diserahkan ke PT Pertamina (Persero) pasca 2021. Kementerian ESDM telah memutuskan tak memperpanjang kontrak Chevron dan menunjuk Pertamina sebagai operator baru di sana setelah 2021.
ADVERTISEMENT
Blok Rokan adalah ladang minyak dengan cadangan paling besar yang pernah ditemukan di Indonesia. Ketika berhasil dieksplorasi pada 1941, cadangan minyak Blok Rokan mencapai 6 miliar barel.
Sampai saat ini, Blok Rokan telah menghasilkan kurang lebih 4,5 miliar barel minyak. Diperkirakan saat ini Blok Rokan masih menyimpan 500 juta hingga 1,5 miliar barel minyak.
"(Cadangan minyak Blok Rokan) berkisar antara 500 juta barel sampai 1,5 miliar barel tanpa EOR (Enhanced Oil Recovery)," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (31/7).
Di blok ini, terdapat dua ladang minyak raksasa, yaitu Lapangan Minas dan Lapangan Duri. Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari (BOPD). Sekarang lapangan tua ini masih bisa menghasilkan minyak sekitar 45.000 BOPD.
ADVERTISEMENT
'Saudara' Lapangan Minas, yaitu Lapangan Duri, juga salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Lapangan ini menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.
Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 km2 saat ini masih mampu menghasilkan minyak hingga 210.000 BOPD atau kedua terbesar setelah Blok Cepu, lebih dari seperempat dari total produksi minyak nasional saat ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan