Pencarian populer

Dimediasi Luhut, Manajemen dan Serikat Karyawan Garuda Mulai Berunding

Dirut Garuda Indonesia Pahala Mansury. (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Pahala Mansury, menyatakan pihaknya hari ini telah bertemu dengan task force atau satgas bentukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Pahala menuturkan, pertemuan tersebut merupakan upaya mediasi untuk menyelesaikan masalah antara manajemen Garuda Indonesia dengan serikat pekerjanya.

Mediasi tersebut dihadiri juga oleh perwakilan dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, kantor staf kepresidenan serta APG dan Sekarga.

“Melanjutkan pembahasan di satgas yang lalu. Jadi melakukan mediasi antara manajemen dengan pihak serikat bersama pekerja Garuda. Nanti akan ada beberapa pertemuan untuk upaya mediasi ini,” ungkap Pahala di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (25/6).

Konpers Serikat Karyawan Garuda Indonesia. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Menurut Pahala, Luhut yang juga hadir dalam mediasi tersebut mengimbau agar semua pihak dapat menemukan kesepakatan bersama. “Pesannya dari beliau seperti itu, jadi mudah-mudahan dalam sebelum akhir minggu pertama bulan Juli, mudah-mudahan kita udah bisa bertemu dalam satu pemahaman yang sama,” ujarnya.

Adapun soal tuntutan yang selama ini selalu diutarakan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) terkait kesehatan perusahaan, Pahala mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka dalam menerima masukan dan berkomunikasi dengan mereka. Hal tersebut tidak lain demi menjaga pelayanan Garuda Indonesia terhadap konsumen.

“Manajemen Garuda Indonesia selalu terbuka untuk bisa berdiskusi mencari titik temu. Apakah terkait dengan kebijakan perusahaan, kebijakan SDM. Yang penting adalah layanan kepada masyarakat masih kita jaga bersama agar tidak terjadi gangguan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, APG dan Sekarga menyatakan selama ini telah terjadi banyak kegagalan di tubuh Garuda. Masih negatifnya kinerja keuangan Garuda sepanjang 2017 bukan tanpa sebab. Mereka menuding kondisi ini akibat kegagalan manajemen.

Sepanjang 2017 Garuda menderita kerugian bersih (nett loss) USD 213,4 juta. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya Garuda untung USD 9,36 juta. Selain itu, nilai saham Garuda juga mengalami penurunan dari Rp 750 per saham dari 2011 menjadi Rp 292 per saham per 25 April 2018.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23