kumparan
23 Sep 2018 10:45 WIB

Diminati Calon Investor, Merpati Airlines Ada Harapan Hidup Lagi

Merpati Airlines (Foto: Air Britain Photographic Images Collection)
Maskapai penerbangan Merpati Airlines ada harapan untuk dapat kembali beroperasi, setelah ada calon investor yang berminat menghidupkannya lagi. Perusahaan penerbangan BUMN itu berhenti beroperasi sejak 2014, setelah terlilit masalah keuangan.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA, Henry Sihotang, membenarkan adanya calon investor yang berminat menghidupkan kembali Merpati Airlines.
“Ada (calon investor) yang masuk dari swasta. Mungkin dia afiliasi juga karena belum ditetapkan sebagaimana mungkin namanya. Enggak usah kita disclose gitu,” kata dia kepada kumparan, Minggu (23/9).
Dia menilai masih terlalu dini untuk mengungkap hal teknis soal pengambilalihan Merpati oleh calon investor ini. Karenanya Henry berkeras tak mengungkap calon investor tersebut. Tapi menurutnya, investor tersebut pernah punya maskapai.
“Saat ini, dia berkerja sama dengan investor dari luar untuk pendanaan pengadaan pesawat,” tambah Henry.
Namun dikutip dari laman resmi PT PPA, pada 29 Agustus 2018 lalu, pihak PT MNA yang diwakili direktur perseroan Asep Eka Nugraha telah menandatangani Perjanjian Transaksi Penyertaan Modal Bersyarat dengan PT Intra Asia Corpora (PT IAC). Dalam perjanjian itu, PT IAC diwakili oleh direkturnya, yakni Kim Johanes Mulia.
Direktur PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Asep Eka Nugraha (Kedua dari kiri) dan Direktur PT Intra Asia Corpora (IAC), Kim Johannes Mulia (Ketiga dari kiri) berfoto seusai penandatanganan perjanjian penyertaan modal, Rabu (29/8). Acara disaksikan Direktur PT PPA Andi Saddawero (Kiri) dan Dirut PT PPA Henry Shotang (Kanan). (Foto: Dok. PT PPA (Persero))
Perjanjian ini secara garis besar berisi komitmen PT IAC, selaku mitra strategis terpilih, untuk menyetorkan modal sebesar Rp 6,4 triliun. Dana tersebut akan dikucurkan dalam dua tahun, setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
ADVERTISEMENT
Pemerintah memutuskan mencabut izin operasi Merpati Airlines sejak 1 Februari 2014 lalu. Hal ini dilakukan, setelah maskapai pelat merah tersebut dililit masalah keuangan berat. Di antaranya kewajiban utang sebesar Rp 10,72 triliun.
Maskapai ini pernah mengalami masa kejayaan di awal era 1990. Saat itu, Merpati dikenal sebagai penguasa rute penerbangan khususnya di wilayah Indonesia timur. Sistem ticketing dan rute penerbangannya, diintegrasikan dengan Garuda Indonesia.
Armada penerbangannya terdiri dari sekitar 100 pesawat, terdiri dari jenis jet hingga pesawat kecil berbaling-baling. Namun masa itu telah berlalu, kini Merpati menjadi salah satu ‘pasien’ PT PPA yang menangani perusahaan-perusahaan sakit, untuk direstrukturisasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·