kumparan
20 Sep 2019 16:31 WIB

Dirut MRT Ingin Jaminan PLN Agar Listrik Tak Padam Lagi

Pintu depan MRT yang dibuka untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak. Foto: Dok. MRT
Padamnya listrik PLN secara massal pada awal Agustus lalu berdampak juga terhadap layanan MRT Jakarta. Kereta MRT tidak bisa beroperasi yang tentunya menimbulkan kerugian yang harus ditanggung.
ADVERTISEMENT
PLN memang harus memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak termasuk pengelola MRT. Namun, Dirut MRT Jakarta, William Sabandar mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tidak terlalu membutuhkan kompensasi uang yang diberikan.
“Kita enggak ingin kompensasi seperti itu (dana) sebenarnya, yang kita inginkan adalah jaminan dari PLN bahwa shutdown seperti kemarin itu tidak terjadi, karena kalau kompensasi hanya mengganti yang itu (kerugian selama listrik padam),” kata William di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
William belum mau membeberkan apakah kompensasi dari PLN sudah diterima atau belum. Ia hanya menegaskan tidak mau kejadian padamnya listrik tersebut kembali terulang lagi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar memberikan sambutan saat Penandatanganan MoU dengan WWF Indonesia di Stasium MRT Lebak Bulus Grab, Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Sebab, kerugian tidak beroperasinya MRT saat itu bukan hanya perkara finansial saja. Melainkan juga sampai pada tingkat kepercayaan penumpang yang akan menggunakan MRT.
ADVERTISEMENT
“Kalau kerugian kemarin banyak sekali sementara berdasarkan Permen yang harus diganti adalah jam pada saat waktu operasional kita mati. Sementara kerugian MRT bukan hanya itu,” ungkap William.
Ada aspek di mana kerusakan pada mesin. Misalnya kerugian dialami penumpang, ada aspek reputasi akibat kepercayaan masyarakat karena ridership MRT sempat turun pada hari itu. Untung sekarang sudah naik lagi,” tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan