Pencarian populer

Dirut Sriwijaya Air: Tiket Pesawat Lebih Murah daripada Taksi Online

Dirut Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul (Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan)

Libur telah usai, namun harga tiket pesawat khususnya maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) tidak kunjung turun alias masih mahal. Bahkan banyak pihak yang mulai mengeluhkan harga tiket pesawat yang melonjak meski bukan di saat libur panjang.

Keluhan soal mahalnya harga tiket pesawat juga ramai diperbincangkan di jagat twitter dengan tagar #tiketpesawatmahal pada Kamis (10/1). Salah seorang warganet, Intan Permata Sari mengatakan, harga tiket pesawat dari Medan ke Lampung mengalami kenaikan hingga nyaris dua kali lipat.

“Lihat harga tiket pesawat Medan-Lampung. Terkejoed akutu. Mahal bingiit. Perasaan Oktober kemaren masih dapat 900an, sekarang paling murah 1500an.. Sakit kepala seketika,” cuit pemilik akun @chaniagointan itu.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul mengatakan, harga tiket pesawat yang ditetapkan oleh maskapai ini jauh lebih murah ketimbang naik taksi online.

Sriwijaya Air (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Masih lebih murah ya kalau dibandingkan per kilometer dengan taksi. Misalnya ke Jogja (Yogyakarta), jaraknya sekitar 579 kilometer. Kalau naik taksi online kan per kilometer Rp 6.000, jadi total kalau naik taksi Rp 3,5 juta. Naik pesawat Rp 700 ribu paling mahal Rp 1 juta. Harga jual itu juga terjadi tergantung permintaan penawaran," katanya saat dihubungi kumparan, Kamis (10/1).

Joseph mengaku tidak takut tingkat keterisian pesawat atau okupansi Sriwijaya Air akan menurun karena harga yang mahal. Per Rabu (9/1) saja, Joseph mengatakan, okupansi penumpang pesawat berada di atas 80 persen.

"Di Januari tahun lalu juga di atas 79 persen. Lalu, untuk Januari per Rabu itu sekitar 80 persenan. Kami enggak takut menurun," katanya.

Menurutnya, dengan peningkatan pelayanan yang dilakukan, Joseph cukup yakin tak akan kehilangan pelanggan. Bahkan, di tahun ini, Sriwijaya Air akan fokus untuk bersaing dari sisi pelayanan, seperti kinerja ketepatan waktu (On Time Performance/OTP).

"Hal ini membuat kita tidak akan bersaing di harga. Persaingan memang sangat ketat, tapi kami akan bersaing di pelayanan," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20