kumparan
28 Mei 2018 12:31 WIB

Dolar AS Akhirnya Lengser dari Rp 14.000

Ilustrasi Mata Uang Dolar (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah terhadap rupiah pada perdagangan hari ini. Mata uang Paman Sam tersebut bahkan lengser dari posisi Rp 14.000.
ADVERTISEMENT
Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (28/5), dolar AS dibuka pagi tadi di posisi Rp 14.115. Setelah itu, dolar AS menukik tajam ke Rp 14.055. Walaupun sempat menguat ke Rp 14.070, pergerakan dolar AS lantas kembali turun tajam. Saat ini, dolar AS berada di posisi Rp 13.992.
Sementara itu, di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 14.065.
Ilustrasi Mata Uang Dolar (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama sebelumnya sudah memprediksi rupiah akan bergerak menguat walaupun terbatas. Ada beberapa faktor yang membantu gerak penguatan rupiah pada hari ini.
Pertama adalah dilantiknya Gubernur BI yang baru Perry Warjiyo. Menurut Nafan, Perry diyakini akan mampu menstabilkan nilai tukar rupiah dengan menjalankan program-program yang berorientasi pada pro growth dan pro stability, salah satunya adalah rencana dengan kembali menaikkan suku bunga acuan.
ADVERTISEMENT
Sedangkan faktor eksternal yang bikin rupiah menguat adalah beberapa negara yang akan memperingati hari libur nasional, seperti Inggris maupun Amerika Serikat.
"Adapun sentimen positif dari domestik diharapkan mampu memberikan katalis positif bagi rupiah, sebab pemerintah dan BI berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dengan menjaga disiplin APBN, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di mana salah satunya adalah dengan menaikkan suku bunga," ungkap Nafan dalam risetnya, Senin (28/5).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan