kumparan
22 Apr 2019 12:56 WIB

Drone Masuk Area Bandara Soetta, 8 Penerbangan Terganggu

Drone yang terbang dan menyemprotkan bahan kimia selama operasi untuk mengurangi polusi udara di Bangkok, Thailand, (22/1). Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha
Pesawat tanpa awak atau drone sempat mengganggu penerbangan komersial di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, tanggal 16 April, pukul 13.39 WIB atau 06.39 UTC.
ADVERTISEMENT
Akibat kejadian ini, sebanyak 8 penerbangan terganggu. Pesawat terpaksa batal mendarat hingga diminta untuk berputar kembali di area Bandara Soetta.
Soal gangguan drone ini disampaikan oleh Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Harry Sirait, kepada kumparan, Senin (22/4).
"Ada 8 penerbangan yang terdampak, dari go around sampai cancel approach," kata Yohanes, tanpa merinci nama 8 penerbangan itu.
Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soetta. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Drone, kata Yohanes, terbang di area final runway 25 R. Area ini merupakan daerah menuju runway.
"Jadi pesawat mau landing, itu pas mau ke runway, itu namanya final," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, AirNav sebagai BUMN operator lalu lintas penerbangan sudah membuat laporan ke Otoritas Bandara Wilayah 1, otoritas yang bertugas melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan penerbangan di bandar udara. Aktivitas drone tersebut dinilai melanggar regulasi penerbangan sipil yang diatur oleh Kementerian Perhubungan.
ADVERTISEMENT
"Kita sudah buat laporan ke Otban (Otoritas Bandara) 1," sebutnya.
Hingga kini belum diketahui siapa pemilik drone tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan