Pencarian populer

Ekspor Kereta ke Bangladesh, INKA Dapat Pembiayaan Rp 775,6 Miliar

PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan laju ekspor, salah satunya dengan memberikan pembiayaan kepada para pelaku usaha maupun lembaga yang telah memiliki pasar internasional.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), memberikan pembiayaan kepada PT INKA (Persero) sebesar Rp 775,6 miliar untuk mengekspor kereta penumpang ke Bangladesh.

Adapun pembiayaan modal kerja ekspor tersebut digunakan untuk pembiayaan proyek 50 kereta penumpang tipe BG (Broad Gauge) dan 200 kereta penumpang tipe MG (Meter Gauge) yang dipesan oleh Bangladesh Railway ke Bangladesh.

"Dalam rangka melaksanakan mandat penugasan khusus ekspor tersebut, LPEI telah memberikan pembiayaan modal kerja ekspor kepada PT INKA (Persero) sebesar Rp 775,6 miliar untuk pembiayaan 50 BG kereta penumpang dan 200 MG kereta penumpang yang dipesan oleh Bangladesh Railway," ujar Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly kepada kumparan, Senin (21/1).

Pengiriman kereta tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2020. Tahap pertama akan dilakukan pengiriman sebanyak 15 kereta penumpang tipe BG ke Bangladesh.

PT INKA kembali Ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Sinthya melanjutkan, pembiayaan ke INKA ini merupakan yang kedua kalinya. Pada 2016, pihaknya juga telah memberikan pembiayaan senilai USD 72,39 juta untuk melakukan produksi 150 kereta.

"Kami melihatnya ekspor kereta penumpang ke Bangladesh ini memiliki nilai strategis bagi INKA dan industri strategis Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro menyebutkan, kereta penumpang ini bakal dikirim secara bertahap ke Bangladesh hingga Juli mendatang.

Budi menyebut ada dua jenis kereta penumpang yang bakal diekspor ke Bangladesh. Jenis itu adalah tipe BG (Broas Gauge) sebanyak 50 gerbong kereta dan tipe MG (Meter Gauge) sebanyak 200 gerbong kereta.

"Yang dikirim saat ini kereta tipe BG, yang jarak rodanya 1.676 mm. Ini berat, untuk (didesain) penumpang di atas enggak apa-apa ya," kata Budi.

Perbedaan dua tipe gerbong ini juga terlihat pada tempat duduk penumpang. Tipe BG memiliki tempat duduk sebanyak 90 kursi baik ber-AC maupun tidak. Sedangkan, tipe MG tempat duduknya hanya berjumlah 55 kursi untuk yang ber-AC dan 60 kursi untuk yang non-AC.

"Muatannya lebih banyak. (Di sana) penumpang di atas juga enggak papa ya. Kecepatan maskimal 160 km/jam. Api operasionalnya 120 km/jam," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: