Pencarian populer

Faisal Basri Usulkan Dana Abadi dari Migas hingga Batu Bara

Pengamat ekonomi, Faisal Basri. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Ekonom Senior INDEF Faisal Basri memperkirakan, cadangan minyak Indonesia akan habis tujuh tahun mendatang atau pada 2026. Ia menuturkan, hal ini berdasarkan tren cadangan minyak saat ini.

Pada 1980 cadangan minyak Indonesia sebanyak 11,6 miliar barel, sementara saat ini hanya sekitar 3,2 miliar barel. Menurut Faisal, jika Indonesia tidak segera menemukan cadangan baru, maka minyak Indonesia akan habis pada 2026.

"Artinya kita menggasak minyak jauh lebih cepat dari usaha kita memperoleh cadangan baru, terus diperkosa terus, malas mengeksplorasi. Kalau tidak terjadi penemuan baru dan tingkat produksi kita sekarang, rasionya 9,2, nah 9,2 tahun kita dari 2017. Jadi 2026 minyak kita habis," ujar Faisal saat diskusi di Resto Rantang Ibu, Jakarta, Kamis (14/2).

Selain itu, cadangan gas Indonesia saat ini hanya 1,4 persen dari cadangan dunia. Menurut Faisal, cadangan ini juga akan habis dalam 35 tahun mendatang.

Begitu juga dengan batu bara. Cadangan batu bara Indonesia hanya 2,2 persen dari cadangan batu bara dunia, namun konsumsinya terus meningkat. Menurut Faisal, cadangan batu bara Indonesia juga akan habis dalam 49 tahun mendatang.

Cadangan batu bara Indonesia memiliki rasio produksi dalam negeri 7,2 persen dari total cadangan tersebut dan yang dieskpor sebesar 16,1 persen dari cadangan batu bara Indonesia. Menurut Faisal hal ini seperti pemaksaan.

Dia mencontohkan negara lain yang memiliki cadangan batu bara lebih tinggi dari Indonesia, namun produksi dalam negeri dan ekspornya justru lebih rendah dari Indonesia.

"Amerika Serikat misalnya, cadangan batu baranya 24,2 persen dari dunia, tapi yang diproduksi hanya 9,9 persen, ekspor 8,9 persen. India reserve 9,4 persen, lebih kecil produksinya 7,8 persen, yang diekspor 0,1 persen," katanya.

Faisal pun menyarankan agar Indonesia memiliki dana abadi untuk menampung pendapatan dari sumber daya alam tersebut. Sejumlah negara juga telah melaksanakan itu, seperti Timor Leste yang memiliki Oil Fund.

"Jadi tidak semua pendapatan dari SDA itu dihabiskan, karena ada jatah generasi yang akan datang. Ini kita seperti kesurupan menghabiskan SDA kita secepat mungkin, sehingga tak peduli dengan hak generasi yang akan datang," tambahnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: