kumparan
4 Jan 2019 13:35 WIB

Fasilitas Pengolahan Gas Lapangan Jambaran - Tiung Biru Mulai Dibangun

Simbolisasi pemasangan perdana EPC GPF proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) resmi melakukan pemancangan perdana EPC (Engineering, Procurement and Construction) Gas Processing Facility (GPF) proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), Jumat (4/1). Secara umum, progres proyek itu saat ini mencapai 12 persen.
ADVERTISEMENT
Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu mengatakan, pemancangan perdana itu menjadi bagian penting dalam mendorong proyek GPF bisa memproduksi gas dan konsederat dari Lapangan Unitisasi JTB.
JTB ditargetkan akan mulai memproduksi gas pada 2021. Proyek JTB bakal menghasilkan gas sebesar 192 MMSCFD.
“Untuk produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas onstream atau komersial pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD,” katanya di area lapangan gas JTB Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (4/1).
Dharmawan melanjutkan, GPF yang dibangun nantinya menggunakan teknologi yang dirancang khusus untuk keandalan operasi dan ramah lingkungan. “Agar bisa berproduksi selama 25 tahun,” imbuhnya.
Simbolisasi pemasangan perdana EPC GPF proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan menambahkan, progres proyek 12 persen itu bisa kian berkembang sesuai dengan S-Curve yang telah disepakati antara PEPC dengan konsorsium RJJ selaku pelaksana pekerjaan.
ADVERTISEMENT
“Pekerjaan ini dilakukan secara paralel dan simultan dari pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction sehingga dapat dilaksanakan Commissioning dan Project Completion EPC GPF pada tahun 2021,” tambah Jamsaton.
Ia menjelaskan, produksi gas sebesar 192 MMSCFD tersebut nantinya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang.
“Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” terang dia.
Lokasi proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (4/1). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Lebih lanjut, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman berharap ke depan proyek ini bisa dijalankan dengan sikap profesional supaya selesai tepat waktu.
Proyek JTB ini diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan negara dari USD 3,61 miliar selama kontrak bagi hasil (PSC).
ADVERTISEMENT
“Proyek JTB merupakan proyek besar yang penuh dengan tantangan dan juga bagian dari Proyek Strategis Nasional. Kami sangat mengapresiasi PEPC serta Konsorsium RJJ, kerja sama yang baik dan profesionalisme tinggi diperlukan agar pengerjaan proyek sesuai rencana,” kata dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan