Pencarian populer

Gandeng UMKM, Dompet Digital DANA Raih Sejuta Transaksi per Hari

Ulang Tahun Dompet Digital DANA ke satu, di Capital Place, Jakarta, Senin (25/3). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kini seolah mendapat angin segar. Pasalnya, tak sedikit stakeholder yang menggandeng untuk kerja sama.

Misalnya saja, dompet digital DANA yang hingga kini diketahui memiliki sebanyak 15.000 spot merchant yang termasuk juga UMKM di seluruh Indonesia. Berkenaan dengan itu, DANA mampu meraup 1 juta transaksi per hari meski baru setahun berdiri.

“Nilai per transaksinya antara Rp 10 ribu sampai rata-rata Rp 500 ribu,” ujar CEO DANA Vincent Iswara ketika ditemui di ultah DANA ke-1 di Capital Place, Jakarta, Senin (25/3).

Vincent menambahkan, kerja sama dengan UMKM itu terkait dengan pembayaran di merchant-merchant, utamanya kuliner. Misalnya saja, saat ini DANA sedang menggencarkan promosi diskon 50 persen untuk menggaet konsumen dan menjadi nasabah DANA.

Selain UMKM, DANA juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan skala nasional seperti Ramayana, KFC, Sour Sally, Gulu Gulu, Hoka-Hoka Bento, dan Kopi Kenangan.

“Perkembangan kami lumayan pesat. Sejak Januari, kami sudah punya 10 juta pengguna (aplikasi). Ke depannya kita akan lebih mengembangkan sistem dan teknologi kita, salah satunya adalah self on boarding platform,” kata dia.

Ulang Tahun Dompet Digital DANA ke satu, di Capital Place, Jakarta, Senin (25/3). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Ia mengatakan, pelaku UMKM yang tertarik bermitra dengan DANA pun bisa langsung mendaftarkan usahanya langsung melalui situs secara online.

Sebagai perlindungan konsumen dan mitranya, Vincent mengaku tak bakal membocorkan sistem data yang dimiliki kepada siapa pun. Bahkan, di tahap internal. Tak hanya itu, ia juga mengklaim bakal memberikan garansi 100 persen untuk setiap kegagalan transaksi yang terjadi bagi konsumen.

Dengan cara itu, Vincent berharap ekosistem bisnis pihaknya kian bisa diterima oleh masyarakat lebih luas lagi.

Risk system dan manajemen global yang kita miliki sudah benchmark,” klaimnya.

Sejak pertama berdiri pada 2018 lalu, Vincent mengatakan telah menambah jumlah pekerjanya hingga 350 orang yang didominasi oleh lulusan insinyur dalam negeri.

“Kita dari 80 orang sekarang menjadi 350 orang, dan semuanya pegawai dari Indonesia karena kami ingin pakai local talent. Lebih dari 50 persennya adalah engineers,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23