Pencarian populer

Garap Kereta Cepat, KCIC Siap Tarik Utang Rp 14 Triliun dari China

Kereta yang akan dipakai sebagai Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Dok. PT KCIC
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menarik utang sekitar USD 1‎ miliar atau sekitar Rp 14 triliun ke China Development Bank (CDB) untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung. Saat ini pengajuan utang tengah dalam proses.
ADVERTISEMENT
Menurut Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra, utang yang ditarik itu untuk menyelesaikan pembangunan Kereta cepat agar progres sampai akhir 2019 mencapai 60 persen. Saat ini progres pembangunan baru mencapai 23 persen.
"Kita kan target akhir tahun (progres) mencapai 60 persen. Kita kan minimal punya duit untuk itu," jelasnya saat ditemui di Hotel Aryaduta, Bandung, Jumat (5/7).
Adapun total kebutuhan pembangunan kereta cepat mencapai USD 6,07 miliar, di mana 75 persen atau sekitar USD 4,5 miliar di a‎ntaranya berasal dari pinjaman CDB. Sementara 25 persen sisanya berasal dari ekuitas KCIC.
Kereta yang akan dipakai sebagai Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Dok. PT KCIC
"Jadi total pinjaman kita sekitar USD 4,5 miliar ya. Kita sudah ambil seperempatnya. ‎Kira-kira (yang diambil dalam waktu dekat) USD 1 miliar lagi," kata Chandra.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, penarikan utang yang dilakukan pihaknya menyesuaikan progres pembangunan. Jika pekerjaan yang akan dilakukan banyak, maka utang yang ditarik akan mengikuti. Hal itu dilakukan agar bunga tak membengkak.
"Iya dong, kalau diambil langsung kan argo bunga langsung jalan. Makanya bertahap daripada bayar bunga," jelasnya.
Adapun 60 persen saham KCIC dipegang oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PTPN VIII dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Sedangkan 40 persen sisanya dipegang Beijing Yawan HSR.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80